Minta Klarifikasi, Dewan Bekasi Segera Panggil Indosat

Para demonstran saat melakukan aksi demo di depan Kantor Indosat Cabang Bekasi. Foto: Go Bekasi (Grup PS)
Para demonstran saat melakukan aksi demo di depan Kantor Indosat Cabang Bekasi. Foto: Go Bekasi (Grup PS)
Para demonstran saat melakukan aksi demo di depan Kantor Indosat Cabang Bekasi. Foto: Go Bekasi (Grup PS)

POJOKSATU – Selain akan berhadapan dengan hukum, Indosat juga akan berhadapan dengan wakil rakyat. Sebab, rencananya DPRD akan memanggil Indosat perwakilan Bekasi dalam waktu dekat ini. Pemanggilan ini dilakukan untuk mengklarifikasi soal iklan Indosat yang dianggap melecehkan Bekasi tersebut.

Hal ini dikatakan anggota Komisi C, Ahmad Ushtuchri pada Radar Bekasi, kemarin. ’’Kami meminta kepada PT Indosat untuk mengklarifikasi materi iklan yang membuat warga Bekasi marah, kenapa pihak Indosat membuat materi iklan tersebut,” ujar politisi PKB ini.

Menurutnya, klarifikasi dari Indosat sangat penting untuk mengetahui maksud dan tujuan materi iklan tersebut. Jangan sampai, kata dia, hal ini berlarut-larut. Kalau hanya mencari sensasi tidak perlu Bekasi yang dijadikan sebagai bahan bully yang membuat warga Bekasi marah.

’’Mereka memang sudah meminta maaf. Tapi sebaiknya mereka juga harus menyampaikan ke publik maksud dan tujuan materi iklan tersebut, agar kita mengetahui apa maksudnya PT Indosat membuat materi iklan yang menghina Bekasi,” paparnya.


Lebih jauh Ustuchri meminta, kejadian ini menjadikan masyarakat asli dan pendatang di Bekasi semakin solid untuk memikirkan dan bersama-sama membangun Bekasi. Dan ini sebagai langkah masyarakat Bekasi untuk tetap terus solid dan membangun Bekasi.

’’Selama ini kan Bekasi hanya jadi tempat tidur saja bagi masyarakat. Tapi pikirannya tertuju ke daerah lain. Yuk, sekarang kita sama memikirkan dan membangun Bekasi, dengan kajadian ini bisa membuat masyarakat Bekasi bersatu untuk membangun Bekasi agar tidak dibully oleh pihak manapun,” pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pemuda Bekasi Menggugat, Naupal Al Rasyid mengimbau pihak kepolisian untuk segera melakukan penyidikan dan memanggil segera pihak PT Indosat. Sebab, apa yang dilakukan Indosat lewat iklan di media sosial sudah melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
’’Kami harap pihak kepolisian serius menanggapi kasus ini, karena kami anggap ini merupakan suatu penghinaan dan pencemaran nama baik lewat ITE,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, iklan PT Indosat, sebagai bentuk kesengajaan dengan mencatut nama Bekasi di media sosial. Tidak mungkin ada unsur ketidaksengajaan.

’’Ada pelanggaran hak nama dengan mencatut nama Bekasi. lalu juga ungkapan tersebut kami nilai sangat menghina Bekasi, karena jelas dari kalimat lebih mudah liburan ke Aussie di banding ke Bekasi itu sudah sengaja seakan-akan Bekasi itu jauh dari peradaban,” tegasnya.

Lebih jauh Naupal menambahkan, berdasarkan pasal pada UU ITE tersebut, Indosat terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

’’Kami akan terus tempuh jalur hukum terkait penghinaan ini dan mendorong pihak kepolisian untuk terus manangani kasus ini hingga tuntas, karena ini sebagai pembelajaran bagi pihak lain juga jangan terus Bekasi yang dibully,” pungkasnya. (ran/PS)