Lecehkan Bekasi, Kartu Indosat Diboikot

para pendemo akan membangun posko untuk pengumpulan kartu SIM Indosat yang nantinya akan dibakar dan dibuang. Foto: Gobekasi (Grup Pojoksatu.id)
para pendemo akan membangun posko untuk pengumpulan kartu SIM Indosat yang nantinya akan dibakar dan dibuang. Foto: Gobekasi (Grup Pojoksatu.id)
para pendemo akan membangun posko untuk pengumpulan kartu SIM Indosat yang nantinya akan dibakar dan dibuang. Foto: Gobekasi (Grup Pojoksatu.id)

POJOKSATU – Reaksi pelecehan Bekasi yang berawal dari viral Indosat tersebut semakin melebar. Hampir semua unsur element masyarakat mulai dari budayawan, pejabat hingga tokoh Bekasi ikut mengecam iklan pelecehan tersebut.

Kali ini seruan serupa diutarakan tokoh masyarakat Bekasi Utara, Naryo. Dia mengajak warga Bekasi untuk tidak memakai berbagai produk Indosat, buntut munculnya iklan Indosat yang dituding telah melecehkan Kota Bekasi, belum lama ini.

’’Indosat harus diberi pelajaran, dan saya sangat setuju dengan para tokoh masyarakat Bekasi lainnya yang melakukan gugatan hukum terhadap PT Indosat Tbk. Bahkan kalau perlu kartu Simcard Indosat tidak perlu dipakai atau diboikot,” ujarnya kepada Radar Bekasi (Grup Pojoksatu.id), kemarin.

Untuk mencairkan emosi dan kekesalan masyarakat Bekasi, pihak manajemen PT Indosat kata dia, harus segera meminta maaf secara terbuka di semua media baik cetak maupun elektronik selama tujuh hari berturut-turut.


’’Hal itu untuk pembelajaran kepada Indosat maupun pihak-pihak lain yang berani melecehkan Bekasi. Sudah sepantasnya harus dibuat setegas mungkin. Meskipun pihak Indosat sudah meminta maaf, tapi kita meminta agar proses hukum harus tetap dijalankan,” jelasnya.

Menurut dia, hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah  untuk menyikapinya. Bagaimana pun kata dia, pemerintah mempunyai kebijakan untuk menilai sisi negatif dan sisi positif dari masalah tersebut.

’’Semua kita serahkan kepada pemerintah untuk menyikapi masalah ini, tapi kami sebagai bocah Bekasi tentu tidak tinggal diam dengan pelecehan yang dilakukan oleh PT Indosat. Kami akan mengawal sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menyikapi pem-bully-an tersebut, dan saya setuju jika produk PT Indosat untuk sementara diboikot saja,” ucapnya.

Ke depan kata Naryo, persoalan komersial jangan dicampuradukkan dengan kedaerahan, sebab hal ini akan menimbulkan SARA, apalagi iklan yang dibuat PT Indosat Tbk membandingkan dengan daerah lain. ’’Janganlah demi sebuah keuntungan membawa nama daerah, kalau perlu angkat nama daerah tersebut untuk diperkenalkan ke luar Negeri,” pungkasnya. (cr23/lya/pojoksatu)