PGN Penuhi Stok Gas di Lampung

foto: istimewa

POJOKSATU – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bulan ini mulai mengalirkan gas bumi ke sejumlah industri di wilayah Lampung.

Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup mengatakan penyaluran gas bumi ini merupakan realisasi dari penandatanganan kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), antara PGN dengan 14 industri besar di Lampung pada pertengahan tahun 2014.

“Penyaluran gas bumi kepada sektor industri di Lampung ini merupakan bukti dari komitmen PGN untuk terus meningkatkan penggunaan energi non Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebagai energi baik yang ramah lingkungan, hemat dan aman,” ujar Heri dalam siaran persnya, Senin (12/1).

Penggunaan gas bumi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Lampung dan sekitarnya. PGN kata dia, akan terus mendukung optimalisasi penggunaan gas bumi melalui pembangunan infrastruktur dan distribusi gas bumi.


Adapun sejumlah industri besar yang akan menggunakan gas dari FSRU Lampung adalah PT Coca Cola Amatil Indonesia, PT Garuda Food Putra Prima, PT Nestle Indonesia, Novotel Lampung, PT Bumi Menara Internusa, PT Tunas Baru Lampung, PT Gizi Utama, PT Japfa Comfeed, PT Philips Seafood, Hotel Sahid Bandar Lampung, PT LDC Indonesia, PT Aman Jaya Perdana, Hotel Aston Lampung, dan Golden Dragon.

“Pada Januari ini ada 3 industri yang sudah teraliri yaitu Coca Cola, Nestle dan Philips Seafod. Lainnya akan menyusul segera,” serunya.

Pengaliran gas ke sektor industri tersebut menurut Heri sejalan dengan rampungnya pembangunan pipa distribusi PGN dari Labuan Maringgai ke Tanjung Panjang, Lampung sejauh lebih dari 90 kilometer di akhir 2014.

Selain membangun jaringan pipa, PGN juga membangun dua stasiun penerima gas (offtake station), yaitu Sutami dan Sekampung Udik.

Untuk mengatur aliran dan tekanan gas ke pelanggan, saat ini total gas bumi yang dialirkan ke sektor industri di Lampung mencapai sekitar 1,01 BBTUD. Ke depan PGN akan terus mendukung pemanfaatan gas bumi di wilayah Lampung melalui pembangunan infrastruktur dan penyaluran gas.

“Kami percaya, dalam jangka panjang dengan sumber energi yang lebih baik, Lampung dapat menjadi kawasan industri yang maju dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada masyarakatnya,” tandasnya. (chi/jpnn)