Demo Indosat, Warga Bekasi Ramai-Ramai Patahkan Kartu

indosat
indosat
indosat

POJOKSATU – Iklan viral Indosat yang menghina dan melecehkan warga Bekasi, bak bola panas yang terus menggelinding. Permintaan maaf Indosat tak mampu meredam kemarahan warga Bekasi. Iklan viral Indosat yang berisi kalimat ‘Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke Bekasi’ itu benar-benar membuat warga bekasi marah.

Warga Bekasi kompak melakukan perlawanan. Bahkan, walikota Bekasi juga ikut geram. Tak sampai di situ, DPRD Kota Bekasi berenacana memanggil managemen Indosat untuk dimintai klarifikasi seputar iklan tersebut.

Besok, warga Kota Bekasi yang tergabung dari beberapa organisasi masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa. Mereka akan melakukan aksi mematahkan kartu Indosat yang mereka miliki. Aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk protes terhadap PT Indosat.

Koordinator aksi, Dadang Nirmawan mengatakan, titik kumpulnya di kantor cabang Indosat di Jalan Pramuka.
Mereka kemudian melanjutkan unjuk rasa ke Kantor Wali Kota Bekasi. Beberapa di antara organisasi masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa besok adalah KNPI Kota Bekasi, Forum Daulat Bekasi, komunitas CFD, dan mahasiswa.


“Unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Indosat yang melukai hati warga Bekasi. Padahal, banyak warga Bekasi yang memilih Indosat sebagai provider mereka,” ujar Dadang.

Ia menambahkan, ormas yang akan melakukan aksi unjuk rasa besok, juga telah melaporkan Indosat kepada pihak kepolisian. Mereka melaporkan PT Indosat dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Sebelumnya, Kepala Humas PT Indosat, Adrian Prasanto, meminta maaf atas iklan viral yang menyinggung warga Bekasi. Adrian mengatakan timnya tidak bermaksud untuk menyinggung warga Bekasi melalui iklan itu. Indosat bahkan berencana mendatangi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk meminta maaf secara langsung.

“Kita minta maaf kepada warga dan semua elemen masyarakat yang merasa tersinggung, merasa dilukai. Karena kami engga ada maksud untuk menghina atau menyinggung. Sama sekali tidak ada maksud,” ujar Adrian. (one)