Pemerintah Tetap Subsidi si Melon

elpiji 3 kg
elpiji 3 kg
elpiji 3 kg
elpiji 3 kg

POJOKSATU – Penurunan harga pasar dunia elpiji (CP Aramco) tentunya menjadi kabar menggembirakan. Karenanya pemerintah tetap akan menganggarkan subsidi untuk si melon tersebut.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, bahwa pemerintah akan mengalokasikan anggaran subsidi elpiji 3 kg. “Tabung 3 kg masih disubsidi. Memangnya mau dinaikkan (harganya)? Usul saja sendiri,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, seperti ditulis Selasa (6/1/2015).

Harga CP Aramco, kata Bambang, terus mengalami penurunan seiring anjloknya harga minyak dunia di bawah US$ 70 per barel. Namun pelemahan harga CP Aramco bergerak lebih lambat dibandingkan harga minyak sehingga penurunan ke anggaran subsidi tabung melon kurang signifikan.

“Harga CP Aramco yang menjadi patokan harga elpiji turun lebih lambat dibanding harga minyak dunia,” terangnya.


Menurutnya, dalam realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014, subsidi elpiji 3 kg mencapai Rp 43,51 triliun sampai dengan periode 31 Desember tahun lalu. Sementara dalam pagu sebesar Rp 43,63 triliun.

“Pada APBN-P tahun ini, subsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 30 triliun. Subsidi tabung ini masih besar,” paparnya.

Anggaran subsidi elpiji 3 kg itu masuk dalam anggaran subsidi energi pada 2015 sekitar Rp 60 triliun. “Jadi subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih ada, cuma Premium yang dihapus. Solar disubsidi Rp 1.000 per liter, sedangkan subsidi minyak tanah dan elpiji 3 kg masih ada,” tandasnya. (lya)