Kecanggihan Jet Amfibi Rusia Beriev BE-200

Jet Amfibi Beriev BE-200 milik Rusia
Jet Amfibi Beriev BE-200 milik Rusia
Jet Amfibi Beriev BE-200 milik Rusia

POJOKSATU – Jet Amfibi Rusia menunjukkan taringnya dalam melakukan pencarian korban dan bangkai AirAsia QZ 8501 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sehari setelah melakukan operasi, pesawat Beriev BE-200 ini melaporkan banyak temuan di lokasi pencarian jatuhnya AirAsia. ‎Temuan itu langsung ditindaklanjuti posko gabungan Lanud Iskandar dengan mengirimkan helikopter Super Puma.

Seperti Apa Kecanggihan Jet Amfibi Rusia Ini?
Beriev BE-200 memiliki panjang pesawat 32 meter, tinggi 8,9 meter dan lebar sayap mencapai 32,8 meter.Pesawat ini sekilas tak jauh berbeda dengan pesawat jet angkut penumpang dengan sepasang sayap utama di tengah badan dan sepasang sayap berukuran lebih kecil di ekor.

Perbedaan Be-200 dengan pesawat biasa terletak pada lambungnya yang berbentuk cembung mirip kapal. Selain itu ada sepasang penyeimbang yang terpasang di ujung sayap. Kegunaannya, mirip cadik yang menyeimbangkan laju kapal kayu.

Perbedaan lainnya yakni dua buah mesin jet Progress D-436TP turbofan yang terletak di atas punggung pesawat. Tujuannya tentu menghindari air masuk ke dalam mesin jet. Pesawat yang diawaki dua orang pilot ini mampu terbang sejauh 2.100-3.300 kilometer. Jet amfibi ini juga mampu melesat dengan kecepatan maksimal 700 kilometer per jam.


Produk perusahaan Rusia, Beriev Aircraft Company, ini dirancang untuk menjalankan beragam tugas, sebagai pemadam kebakaran, menjalani fungsi SAR, patroli keamanan laut, hingga membawa penumpang ataupun kargo. Jet ini bisa terbang rendah di permukaan laut, bahkan bisa mendarat di atas air.  Harga per unitnya 40 juta dollar AS atau setara Rp500 miliar.

Pesawat ini mulai diperkenalkan pada 1989, dan Pemerintah Rusia memberikan izin produksi pada 8 Desember 1990. Pada 1991, pesawat ini diperkenalkan dalam pameran dirgantara internasional, Paris Air Show.

Be-200 memiliki kapasitas angkut air hingga 12 ton (12.000 liter atau 3.170 galon) serta 72 penumpang.
Di bagian dalam pesawat, di dekat pintu masuk terdapat meja kotak lengkap dengan 4 kursi yang saling berhadapan. Kursi itu dijadikan sebagai tempat rapat kru pesawat. Di belakangnya, terdapat layar komputer lengkap dengan joystick untuk mengendalikan kamera yang letaknya di bawah pesawat untuk mengamati dalam laut.

“Kamera ini bisa mengamati 7-8 kilometer dalam laut,” ujar seorang kru Rusia sembari menunjuk monitor dalam pesawat saat berada di Terminal Selatan Lanud Halim Perdana Kusuma, Jaktim, Sabtu (3/1/2015).

Dalam catatan perjalanan tugasnya, Be-200 cukup “akrab” menangani kasus kebakaran hutan. Seperti pada 2007, Pemerintah Portugal menyewa pesawat ini untuk memadamkan api. Pesawat ini bekerja total selama 167 jam dengan membawa air dengan total mencapai 2.322 ton. Pada tahun yang sama, pesawat ini juga disewa Pemerintah Yunani untuk menangani kebakaran hutan.

Pemerintah Indonesia pun juga pernah menggunakan jasa pesawat ini pada 2006 guna memadamkan kebakaran hutan. Pemerintah RI menyewa pesawat ini selama 45 hari dengan biaya 5,2 juta dollar AS. Kecanggihan pesawat tersebut sedikit banyak “menggoda” pemerintah untuk membelinya. Bentuk wilayah Indonesia, yang sebagian besar berupa perairan, dinilai mendesak untuk memiliki Beriev Be-200 yang merupakan pesawat multifungsi. Namun sampai sekarang, rencana itu belum terealisasikan. (one)