Tahun Baru Harga Beras, Cabai dan Ayam Meroket

Cabai

150947_324295_cabai

POJOKSATU – Harga sembako masih mengalami kenaikan menjelang pergantian tahun. Kenaikan harga sembako ini disebabkan persediaan yang mulai menipis, dan pasokan yang mulai terhenti.

Terutama pada harga cabai merah, beras dan harga daging ayam. Persediaan ketiga jenis itu disebutkan para pedagang mulai menurun. Sementara pasokan dari distributor belum normal.

Pantauan Riau Pos (Grup JPNN), Selasa (30/12), harga daging ayam yang semula Rp 21 ribu per kilogram naik menjadi Rp 23 ribu per kilogramnya. Padahal dua pekan sebelumnya, harga daging ayam sempat anjlok di harga Rp 12 ribu per kilogramnya.


‘’Harga daging ayam sudah naik jadi Rp 23 ribu. Naiknya sejak awal pekan kemarin,’’ kata Dwik salah seorang penjual ayam di Pasar Pagi Arengka kepada Riau Pos.

Dwik menilai, kenaikan harga daging ayam ini disebabkan permintaan naik menjelang pergantian tahun 2014. Sementara, sepekan terakhir, pasokan daging ayam kurang lancar. Tidak seperti sebelum libur panjang. ‘’Sebelumnya pasokan membludak di pasaran, tetapi sekarang terhenti, ini yang membuat harga naik,’’ katanya.

Sementara harga cabai merah naik menjadi Rp 80 ribu perkilogram, jika sebelumnya sempat turun Rp 60 ribu perkilogramnya. Cabai merah asal Bukittinggi tersebut juga mulai menurun pasokan.

Sedangkan harga beras masih tinggi sampai Desember 2014. Beras standar seperti topi koki Rp11 ribu per kilogram dan harga normalnya Rp10 ribu per kilogram. Harga beras kualitas bagus seperti Ramos Rp 12 ribu per kilogram.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru sebelumnya juga sempat memantau terhadap ketiga jenis sembako itu, dan memang terjadi kenaikan sejak awal Desember lalu. Seperti diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Meterologi Disperindag Pekanbaru, Parhatun.(ilo)