Ini Alasan Garuda Pilih Pondok Cabe Sebagai Bandara Alternatif

Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dokumen JPNN.com
Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dokumen JPNN.com
Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dokumen JPNN.com

POJOKSATU – Rencana PT Garuda Indonesia untuk melebarkan sayapnya dengan menjajaki bandara alternatif di area Pondok Cabe, Tangerang Selatan tengah dibicarakan. Untuk memuluskan rencana tersebut, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo bakal menemui Dirut PT Pertamina Dwi Soetjipto untuk membicarakan hal tersebut.

Rencananya bandara alternatif tersebut akan dimanfaatkan untuk keberangkatan dan kedatangan penerbangan domestik jarak pendek.

“Bandara ini akan mengangkut penumpang seperti Jawa Tengah hingga Lampung dengan menggunakan pesawat ATR 72-600. Opsi ATR untuk wilayah tengah Jawa dan ke Sumatera seperti Lampung,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di Kantor Garuda, Cengkareng, Senin (29/12).

Adapun pemilihan bandara di Pondok Cabe lantaran dinilai memiliki prospek yang baik.


“Strategis, nanti Jakarta-Cilacap, Jakarta-Lampung, Jakarta-Bandung bisa lewat Pondok Cabe,” terangnya.

Selain itu, pemilihan bandara di Pondok Cabe karena Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng sudah terlampau padat.

“Cengkareng dan Bandara Halim juga sudah penuh. Kita lihat sejauh ini (Bandara Pondok Cabe) strategis, tapi ini masih kita bicarakan.

Mengingat Bandara Pondok Cabe selama ini melayani jasa penerbangan bagi beberapa perusahaan minyak di Indonesia, baik perusahaan asing maupun domestik, di bawah naungan PT Pertamina.

“Kita rencana akan ketemu direksi Pertamina. Rencananya saya mau sowan ke Pak Dwi (Dirut Pertamina) dulu,” ujar Arif di Bandara Soetta, Cengkareng, Senin (29/12).

Menurutnya dulu saat ia masih menjabat sebagai Dirut Citilink, sudah ada pembicaraan mengenai penggunaan Bandara Pondok Cabe, hanya saja seiring berjalannya waktu bandara tersebut justru difungsikan bagi Garuda Indonesia.

“Itu sudah ada pembicaraan cukup lama dengan Citilink. Dulu ATR mau dipakai Citilink mulai tahun 2012, terus itu moving ke Garuda,” terang Arif.

Mengenai masalah infrasturktur dan kemacetan yang terjadi di sekitar Bandara Pondok Cabe, diakui Arif masih harus diperbaiki lagi. Namun kemacetan tersebut ditandai Arif sebagai peluang pasar yang baik.

“Tapi memang harus dilihat dulu infrastrukutur di Bandara Pondok Cabe, kemacetan memang crowded, tapi itu berarti di situ ada penumpang, pasar ada di situ,” duganya. (chi/jpnn)