Januari, Elpiji Naik Rp 1.500

Ilustrasi elpiji 12 kg
elpiji 12 kg
elpiji 12 kg

POJOKSATU – Setelah pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium November lalu, PT Pertamina (Persero) kembali berencana menaikkan harga elpiji 12 kg pada Januari 2015. Kenaikan elpiji 12 kg ini akan menjadi kado pahit bagi masyayarakat Indonesia. Terlebih, kenaikannya mencapai Rp1.500 per kg.

“Rencana kenaikan tarif elpiji 12 kg secara bertahap sesuai dengan hasil konsultasi dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian pada awal 2014. Kenaikan Januari 2015 sudah disetujui Rp1.500 per kg, ujar Direktur PT Pertamina Ahmad Bambang.

Kendati demikian, kata Bambang, pihaknya harus berkonsultasi dengan pemerintah. Pasalnya, pemerintah telah berganti. Selain itu, baru sebulan yang lalu tarif BBM bersubsidi dinaikkan. Hal tersebut menjadi bahan pertimbangan.

Dia menerangkan, sebenarnya Pertamina tidak perlu meminta izin pemerintah untuk menaikkan tarif elpiji 12 kg. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 yang menyatakan perubahan harga LPG nonsubsidi tidak perlu meminta izin pemerintah. Jadi, Pertamina hanya perlu melapor terkait perubahan tarif tersebut.


Bambang menilai, walaupun harga LPG dunia sedang mengalami tren penurunan, namun harga eceran elpiji yang dijual Pertamina belum ekonomis. Artinya, perusahaan pelat merah itu masih menjual rugi barang nonsubsidi tersebut. Akan tetapi, sebagai Perseroan Terbatas (PT), sesuai Undang-Undang harus mencari keuntungan yang wajar. ”Di sinilah dilemanya,” ujar dia.

Bambang menegaskan, rencana kenaikan tarif elpiji 12 kg pada Januari 2015 sudah sesuai kesepakatan yang dibuat sebelumnya. Namun, Pertamina memastikan akan meminta arahan pemerintah sebelum menaikkan tarif elpiji 12 kg.

Dia menjelaskan, apabila tarif elpiji 12 kg dinaikkan pada Januari 2015, harganya sudah hampir mencapai keekonomian. ”Pasnya berapa, sangat tergantung harga CP Aramco sebagai patokan untuk harga LPG dunia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pertamina sudah menaikan harga gas elpiji 12 kg sebesar Rp1.500 per kg September lalu. Pasca kenaikan harga di September itu maka elpiji 12 kg di tingkat agen dijual sebesar Rp 114.300 dari sebelumnya sebesar Rp 90.800 per tabung

Kenaikan harga dilakukan Pertamina guna menekan kerugian penyaluran elpiji 12 kg. Pertamina mengalami kerugian mencapai Rp 17 triliun untuk periode 2009 hingga 2013. (one)