Ritel Asing Banyak Sedot Uang Desa

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro. Foto: dok.JPNN
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro. Foto: dok.JPNN
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro. Foto: dok.JPNN

POJOKSATU – Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro terus menyoroti ritel-ritel asing yang menjamur di Indonesia, bahkan tak sedikit yang sudah masuk ke pedesaan.

Ia menyebut ritel-ritel asing yang berbisnis di Indonesia secara tidak langsung telah mengambil dana-dana di setiap daerah tempat ritel tersebut berdiri. Melihat kondisi tersebut, Ismed sangat menyayangkan.

“Ritel yang mencapai ke desa itu sudah sebagian besar dimiliki asing, bukan investor dalam negeri lagi. Jadi uang yang ada di desa itu tanpa sadar sudah disedot asing,” ujar Ismed di Jakarta, Sabtu (13/12).

Tak mau pasrah begitu saja dengan menjamurnya ritel-ritel asing di Indonesia, RNI melalui Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart ingin membuktikan dan berupaya mengembangkan ritel dalam negeri. Upaya tersebut juga untuk menekan dan mengendalikan harga.


“Jadi nanti Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart akan menjadi pendistribusian produk-produk BUMN. Kita juga harus bisa bersaing, jangan sampai ritel di Indonesia justru dikuasai oleh negara asing. Itu filosofi dasar lahirnya Rajawali Mart, untuk mengontrol harga pangan, beras, daging, ikan. Sehingga bukan hanya untuk penetrasi bisnis saja,” tandas dia. (chi/jpnn)