Jika Setuju LPG 3 Kg Naik, Jokowi Terperangkap JK

Petugas memeriksa elpiji 3 kg di stasiun pengisian elpiji Pertamina. foto jawapos/pojoksatu.id
Petugas memeriksa elpiji 3 kg di stasiun pengisian elpiji Pertamina. foto jawapos/pojoksatu.id
Petugas memeriksa elpiji 3 kg di stasiun pengisian elpiji Pertamina. foto jawapos/pojoksatu.id

POJOKSATU – Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menilai rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menaikkan harga Elpiji 3 kg hanya mempertimbangkan kepentingan bisnis, tidak peduli kepada nasib rakyat kecil.

“Jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) setuju dengan kenaikan harga Elpiji 3 kg tersebut, dia (Jokowi) telah terperangkap dengan pola pikir JK. Hanya pertimbangan bisnis finansial, lupa dengan tanggung jawab terhadap rakyat kecil. Kok tega-teganya,” kata Rial Ramli, di Jakarta, Selasa (9/12).

Menurut Rizal, rencana menaikkan harga Elpiji 3 kg di tengah tren menurunnya harga minyak dan gas dunia menunjukkan bahwa tim ekonomi Jokowi “males mikir”, padahal banyak solusi alternatif. Mestinya, lanjut Rizal Ramli, tim ekonomi bisa lebih cerdas untuk menyiasati masalah APBN.

“Kebijakan Jokowi itu akan menyusahkan kelas menengah ke bawah. Kok lagi-lagi yang dihajar rakyat menengah-bawah. Program beras untuk rakyat miskin dihapuskan, harga Elpiji 3 kg dinaikkan, kereta api kelas ekonomi, listrik 1300 Watt juga semua dinaikkan,” ungkap dia.


Mencermati berbagai kebijakan Jokowi-JK yang belakangan justru sering merugikan rakyat kecil, Rizal Ramli menilai hal itu merupakan bukti berkuasanya mazhab neoliberal dalam pemerintahan. (fas/jpnn)