Unik! Pantai Cantik Ini Pasirnya Berbunyi Suara Anak Anjing

Pantai Jorjoga, Maluku Utara
Pantai Jorjoga, Maluku Utara
Pantai Jorjoga, Maluku Utara
Pantai Jorjoga, Maluku Utara

POJOKSATU.id, KEPULAUAN SULA – Desa Jorjoga terkenal dengan pantai berpasir putihnya yang menawan. Namun di balik hamparan pasir putih tersebut, terdapat satu fenomena unik. Pasir akan mengeluarkan bunyi lengkingan aneh ketika diinjak, mirip suara anjing. Keunikan ini membuat penasaran banyak pihak.

Fahrul Marsaoly, Sanana

Ngiiik,,, ngiiik,,, ngiiik. Suara lengkingan anak anjing terdengar bersahut-sahutan kala Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Ahmad Hidayat Mus, menginjakkan kakinya di Pasir Anjing. Sebagai orang yang baru pertama kali mampir ke Pantai Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Selasa (24/8/2015). AHM, sapaan akrabnya, juga ingin menguji kebenaran cerita mengenai fenomena Pasir Anjing.

Terik mentari tak menghalangi niat Bupati Kepsul dua periode tersebut untuk berjalan-jalan di hamparan pasir yang panas. “Justru semakin terik mataharinya, maka suara lengking anak anjing makin jelas terdengar,” ungkap Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Kepsul, Ye Heder bin Seh Abubakar.


Bupati berusia 46 tahun itu pun terheran-heran mendengarkan lengking anak anjing yang keluar dari bawah telapak kakinya. Semakin cepat hentakan kakinya, semakin banyak lengkingan terdengar, seakan ada kawanan anak anjing yang berlari mengejar-ngejar. “Aneh dan unik. Kenapa sampai bisa mengeluarkan suara anak anjing?,” kata AHM dengan nada heran.

Fenomena pasir yang mengeluarkan suara lengking anjing tersebut terdapat di antara hamparan pasir putih di Pantai Desa Jorjoga. Pantai desa ini sendiri berupa hamparan pasir putih bersih nan eksotik. Birunya laut yang menyatu dengan lengkungan pasir berbentuk teluk menambah pesona Pantai Desa Jorjoga. Pasir Anjing hanya berupa sekumpulan pasir putih biasa seluas 50 meter.

Keunikan inilah yang membuat warga setempat kemudian menyebutnya Pasir Anjing. “Di pagi hari, atau ketika turun hujan dan pasirnya lembab, suara anjing kurang terdengar. Beda halnya jika matahari sedang terik-teriknya,” sambung Ye Heder.

Keindahan pantai dan adanya fenomena Pasir Anjing membuat antai Desa Jorjoga menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat sekitar. Untuk mencapai pantai ini, dapat menggunakan moda transportasi laut maupun darat. Lewat laut, perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dari Bobong, ibukota Pulau Taliabu.

Perjalanan jalur darat justru memakan waktu yang lebih lama, yakni tiga jam. Itupun jika kondisi jalan sedang tidak becek dan sungai-sungai tanpa jembatan sedang tak deras arusnya. Hal ini juga dirasakan rombongan Bupati Kepsul yang mengunjungi Pasir Anjing bersama sejumlah konsultan pariwisata pekan lalu.

Keunikan Pasir Anjing juga membuat heran Didik Madani, salah seorang konsultan pariwisata yang dibawa rombongan AHM. Didik terkagum-kagum mengetahui bahwa hanya sebagian kecil kawasan pasir yang mengeluarkan suara lengking anak anjing, sementara hamparan pasir lain yang saling menyambung dengan Pasir Anjing hanyalah pasir biasa.

“Ini sangat unik, dan memiliki potensi pariwisata yang besar untuk dipromosikan,” tukasnya. Sejauh ini, belum ada penjelasan ilmiah mengenai fenomena pasir yang mengeluarkan lengkingan anak anjing itu. Masyarakat setempat juga tak memiliki legenda atau mitos mengenai keberadaan pasir tersebut.

Meski belum pernah dilakukan penelitian ilmiah mengenai Pasir Anjing, Ye Heder menduga bahwa kawasan seluas 50 meter persegi itu mengandung unsur alam tertentu yang membuatnya mengeluarkan suara lengking jika ada tekanan di atasnya.

“Fenomena alam seperti ini serupa dengan batu yang dipukul lalu mengeluarkan nada yang khas. Bedanya, di pasir ini yang keluar adalah lengkingan anak anjing,” katanya.

Keanehan Pasir Anjing ini belum diketahui orang. Kurangnya sosialisasi dan ekspos melalui media membuat kawasan ini seperti surga tersembunyi. Padahal keindahan dan keunikan kawasan ini sulit ditemui di tempat lain. Bagaimana, Anda penasaran?

(rul/kai/jpg/pojoksatu/zul)