Mengunjungi Alor, Indonesia Timur yang Miliki Sejuta Keindahan Bawah LAut

Pantai Sebanjar. Any Rufaidah-Jawa Pos
Pantai Sebanjar. Any Rufaidah-Jawa Pos
Pantai Sebanjar. Any Rufaidah-Jawa Pos
Pantai Sebanjar. Any Rufaidah-Jawa Pos

POJOKSATU.id, ALOR – Mengunjungi Alor, salah satu kabupaten di wilayah Indonesia Timur yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Namun, karena nyali saya tidak lebih besar dari kelereng, saya skip acara diving. Padahal, menurut beberapa orang yang saya temui, spot diving di Pulau Pura, Pulau Kepa, dan Pulau Pantar bakal membuat orang terpesona dengan keindahan jejeran terumbu karang serta ragam ikannya.

Sebagai gantinya, saya beach hopping alias berkeliling dari satu pantai ke pantai lainnya. Hanya di Pulau Alor. Saya tidak berani menyeberang ke pulau lain karena saya takut naik perahu kecil.

Anyway, pantai-pantai di Alor cukup membuat saya bahagia karena pemandangannya yang menakjubkan. Apalagi, udaranya terasa bersih dan segar. Yang paling penting sepi. Jadi, saya berasa menjadi horang kayah karena punya pantai pribadi.

Setiap pantai memiliki ciri khas sendiri. Pantai Mali di dekat Bandara Mali kurang begitu saya suka. Di sana ada deretan batu pemecah ombak yang menurut saya kurang sedap dipandang. Tetapi, itu penting buat keamanan pengunjung. Pantai Mali mulai dikelola pemerintah setempat karena ada tempat bersantai permanen serta permainan anak-anak. Semua gratis.


Ada juga Pantai Batu Putih yang terletak di Desa Alila, Kecamatan Kabola. Untuk mencapainya, pengunjung harus naik turun bukit. Bisa menggunakan mobil atau motor. ’’Bikin perut jadi geli,’’ begitu kata Jhenar, keponakan saya yang tinggal di Alor.

Dalam perjalanan menuju Pantai Batu Putih, ada satu titik yang membuat kita bisa berhenti, lalu melongok ke bawah. Akan ada pemandangan Bandara Mali yang bersebelahan dengan laut lepas.

Saat bermain ke pantai, saya sangat jarang, ralat, hampir tidak pernah bertemu dengan wisatawan dari kota atau negara lain. Yang paling banyak tentu warga lokal. Terutama yang tinggal di dekat pantai. Misalnya, ketika saya mengunjungi Pantai Buiko. Belasan anak-anak setempat asyik bermain air. Sementara itu, beberapa pria dewasa sibuk memperbaiki perahu jukung yang biasanya mereka gunakan untuk mencari ikan.

Yang jadi favorit saya adalah Pantai Sebanjar, Desa Alor Besar. Saat kita berenang di tepi pantai, selain air yang bening, tampak deretan Pulau Ternate, Pura, dan Kepa. Dari kejauhan, tepi pantai berwarna kemerahan. Ketika didekati, ada remahan semacam terumbu karang berwarna merah. Perairan di Pantai Sebanjar cukup tenang. Jadi, saya bisa berenang tanpa khawatir.

Untuk menemukan pantai-pantai tersebut, cukup tricky. Sebab, jalan masuknya tidak dilengkapi gerbang atau papan pengumuman. Kalau kita menggunakan pemandu, merekalah yang menunjukkan aksesnya. Tidak ada tiket masuk. Mungkin, kita hanya menyewa tempat duduk yang disediakan warga. Sebenarnya bukan sewa sih karena kita cukup membeli jagung muda atau kelapa muda yang mereka tawarkan.

(any/c15/dos/zul)