Kisah Nekat Kartika dan Jessica Mencari Kamar Olga, Pulang Menangis

Jessica iskandar. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos
Jessica iskandar. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos
Jessica iskandar. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos

POJOKSATU- Meninggalnya Olga pada Jumat (27/3) di Singapura masih menyisakan tanda tanya besar untuk Kartika Putri.

Sebab, sejak Olga dirujuk ke RS Mount Elizabeth, Singapura, pada Mei 2014, dia sama sekali belum melihat secara langsung raga Olga saat dirawat di sana.

Tak pelak, rasa kecewa sahabat karib mendiang Olga yang intim lewat program musik Dahsyat tersebut  kemudian ditujukan pada manajemen Olga.

’’Namanya rasa kecewa pasti ada, ketika kita pengen ketemu sahabat kita, tapi dipersulit. Tapi, kita nggak mau larut kecewa, mungkin itu memang terbaik buat Olga,’’ kata Kartika.


Dia kemudian menceritakan pengalamannya dan sejumlah sahabat yang mencoba menjenguk Olga ke Singapura. Dia menyatakan beberapa kali menjenguk sahabatnya tersebut, namun berkali-kali juga harus menelan pil pahit.

Dia menerangkan bahwa pihak rumah sakit maupun manajemen Olga selalu menghalang-halanginya untuk masuk ke ruangan tempat Olga dirawat. ’’Saya dan Jessica Iskandar pernah ke Singapura, tapi nggak diperbolehkan masuk,’’ ungkapnya.

’’Jangankan masuk, nomor kamarnya saja saya nggak tahu di sana. Sebab, petugas tidak mau memberi informasi yang jelas,’’ ujarnya.

Sudah telanjur berangkat ke Singapura, Kartika dan Jessica tidak mau pulang tanpa hasil. ’’Pokoknya, waktu itu harus bertemu karena kami kan kangen. Di Indonesia selalu bertemu tiba-tiba tidak bisa bertemu sama sekali,’’ tuturnya.

Akhirnya, mereka mencoba nekat. Kartika mengisahkan, dirinya bersama Jessica yang baru melahirkan bayinya di Amerika Serikat (AS) masuk ke beberapa kamar rawat inap tanpa izin pihak rumah sakit ternama di Singapura tersebut.

’’Iya, kami sempat buka pintu beberapa kamar untuk lihat Olga. Lalu, ada satu ruangan tertutup dan ada penjagaan khusus. Kami paksa masuk, tapi tetap nggak bisa. Akhirnya, kami keluar dari rumah sakit sambil menangis,’’ kisahnya.

’’Kami cuma mau jenguk dan berdoa kok, nggak mau macam-macam. Kami cuma pengen ketemu Olga aja,’’ sambungnya.

Mau marah atau kesal percuma. Sebab, saat itu dia tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan dukungan moral kepada Olga. ’’Tapi, balik lagi, kami semua percaya sajalah, semua demi Olga,’’ katanya. (*/c20/dos)