Film Danum Baputi, Ajarkan Peduli Lingkungan

Pemain film Danum Baputi dan aktivis lingkungan Ully Hary Rusady berfoto bersama Danrem 061 Suryakancana Inf Fulad, Komunitas Bogor+Sahabats dan Direktur Mal BTM Samuel Koshan.
Pemain film Danum Baputi dan aktivis lingkungan Ully Hary Rusady berfoto bersama Danrem 061 Suryakancana Inf Fulad, Komunitas Bogor+Sahabats dan Direktur Mal BTM Samuel Koshan.
Pemain film Danum Baputi dan aktivis lingkungan Ully Hary Rusady berfoto bersama Danrem 061 Suryakancana Inf Fulad, Komunitas Bogor+Sahabats dan Direktur Mal BTM Samuel Koshan.
Pemain film Danum Baputi dan aktivis lingkungan Ully Hary Rusady berfoto bersama Danrem 061 Suryakancana Inf Fulad, Komunitas Bogor+Sahabats dan Direktur Mal BTM Samuel Koshan.

POJOKSATU.id, BOGOR – Film Danum Baputi yang bertema peduli lingkungan ditayangkan serentak di Indonesia sejak Kamis (26/3). Film ini diharapkan akan banyak menyadarkan masyarakat luas untuk turut serta melestarikan lingkungan, khususnya menjaga mata air.

Pada penayangan perdananya, kru, pemain, pelajar, anggota Bogor+Sabahats, dan Komandan Korem 061 Suryakancana, Kolonel Inf Fulad, Ketua Biopori, Gatut Susanta, CEO Radar Bogor Hazairin Sitepu dan masyarakat umum nonton bersama di Cinema XXI Bogor Trade Mall (BTM).

Film Danum Baputi
Aktivis lingkungan, bunda Ully dengan ketua gerakan Biopori, Gatut Susanta

Film yang telah mendapatkan banyak penghargaan bergengsi di ajang Internasional ini mengisahkan tentang usaha sekolompok masyarakat di pendalaman Kalimantan dalam menjaga hutan agar tak diubah menjadi perkebunan sawit dengan berbagai upaya. Pada akhirnya, para juragan sawit itu akhirnya menyerah.

Tak hanya tentang konflik lingkungan, film ini juga dikemas tak jauh berbeda dengan realitas pemuda saat ini, seperti adanya kisah cinta antara putri dai kepala suku, Danum dengan dua orang lelaki yang memiliki karakter berbeda.


“Danum Baputi juga memberi pelajaran tentang persahabatan. Itu tecermin dari sikap teman dan pengawal Danum,” ujar Ully pada pojoksatu.id, Kamis (26/3).

Aktivis lingkungan, Ully Hary Rusady yang akrab disapa bunda Ully itu mengatakan bahwa masyarakat Bogor sudah sepatutnya harus bangga pada film ini karena film ini berasal dan dibuat oleh orang Bogor.

“Selama ini membuat program action tentang mata air banyak masyarakat yang kurang memahami, dengan adanya film Danum Baputi ini rasanya informasi tersampaikan,” tutur Ully yang juga pendiri Yayasan Garuda Nusantara yang bergerak pada bidang kelestarian lingkungan hidup ini, Kamis (26/3).

Ully juga berharap dengan adanya film ini, masyarakat akan lebih menyadari bahwa melestarikan lingkungan hidup menjadi tanggung jawab masyarakat dunia.

Wanita yang sudah memproduksi 13 episode film tentang alam yang tayang di TVRI ini berencana akan bergerak untuk ekspedisi “jambore mata air” yaitu penyelamatan mata air di berbagai masyarakat kawasan adat dan kawasan hulu, di wilayah Cugenang, Kabupaten Cianjur pada 1-3 Mei 2015 mendatang. (gs)