Ternyata, Otak Pecandu Seks Bekerja Mirip Otak Pecandu Narkoba

otak
Ilustrasi
otak
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA –  Kecanduan seks sampai sekarang masih diperdebatkan. Ada yang percaya dan ada yang tidak. Tetapi banyak ahli mengklaim bahwa kecanduan seks memang nyata, hanya saja belum ada penelitian yang dapat membuktikan hal ini.

Namun sekarang, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE meneliti hal ini dengan cara melakukan pencitraan otak potensial bagi para pecandu seks dan membandingkannya dengan gambar otak pasien kecanduan obat-obatan.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa pada orang dengan kecanduan seks, atau perilaku seksual kompulsif, gambar-gambar porno memicu aktivitas otak mirip dengan aktivitas otak yang dipicu oleh obat pada pecandu narkoba.

Untuk studi mereka, para peneliti dari University of Cambridge merekrut 19 pasien laki-laki yang terkena kecanduan seks, serta 19 pasien yang tidak mengalami gangguan tersebut.


“Fitur kunci adalah bahwa seseorang menggunakan kecanduan mereka secara berlebihanan dan tidak terkendali,” kata penulis utama, Dr. Valerie Voon,seperti dilansir laman Fox News, Rabu (25/3).

“Mereka merasa bahwa mereka ingin menghentikannya, tapi mereka tidak mampu untuk melakukannya. Komponen kedua adalah memiliki dampak fungsional pada kehidupan mereka dan menyebabkan penderitaan yang signifikan, ” kata Voon lebih lanjut.

Kedua kelompok pasien ditunjukkan serangkaian video yang mengandung gambar seksual eksplisit atau konten olahraga terkait. Saat mereka menonton, aktivitas otak mereka dipantau melalui penggunaan pencitraan magnetik resonansi fungsional (fMRI).

Para peneliti menemukan bahwa ketika pasien dengan kecanduan seks melihat gambar porno, mereka memiliki aktivitas yang lebih besar di tiga wilayah otak tertentu dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengalami kecanduan seks. Daerah ini adalah striatum ventral, dorsal anterior cingulate dan amigdala.

Para peneliti juga meminta subyek untuk menentukan peringkat tingkat kecanduan seks sambil menonton video porno serta berapa banyak mereka menyukai mereka.

Secara keseluruhan, mereka menemukan bahwa pasien dengan perilaku seksual kompulsif memiliki kadar keinginan melakukan aktivitas seks yang tinggi setelah menyaksikan video porno. Voon mencatat bahwa pola yang sama terlihat pada pecandu narkoba.

“Itulah salah satu teori kecanduan obat, ketika orang kecanduan obat-obatan, mereka bekerja keras untuk mendapatkan obat tersebut, tetapi mereka tidak selalu menikmatinya, ” kata Voon.

Voon berharap bahwa hasil studi ini akan menginspirasi lebih banyak lagi penelitian tentang hal ini. (fny/jpnn/zul)