Penjelasan Mitos Seputar Keperawanan

Ilustrasi perawan
Ilustrasi
Ilustrasi perawan
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebelumnya, harus disepakati terlebih dahulu tentang definisi perawan. Gadis perawan itu dimaksudkan bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seks. Artinya, Miss V masih belum permah dimasuki Mr P.

Satu-satunya cara yang dipakai untuk mendeteksi ialah keluarnya darah waktu hubungan seks pertama. Bila keluar darah, berarti masih perawan. Tetapi, bila tidak keluar darah, berarti seorang gadis tidak perawan lagi. Walaupun cara ini tidaklah sempurna, tetapi itulah yang dipakai oleh orang-orang tua zaman dulu.

Namun harus diingat, tidak semua wanita perawan mengeluarkan darah saat hubungan seks pertama. Bisa jadi kondisi itu disebabkan selaput dara yang tidak terbentuk sempurna. Akibatnya, saat melakukan hubungan seks untuk kali pertama, tidak ada yang robek dan tidak ada darah yang keluar.

Selaput dara bisa juga rusak oleh berbagai hal lain, misalnya kecelakaan atau masturbasi dengan memasukan benda tertentu ke dalam Miss V. Akibatnya, selaput dara bisa rusak.


Jadi walau belum pernah melakukan hubungan seks, yang artinya masih perawan, tetapi dalam hubungan seks pertama nanti tidak akan mengeluarkan darah. Jadi, keperawanan tidak identik dengan selaput dara.

Hal tersebut sebenarnya wajar terjadi. Tetapi, keadaan seperti inilah yang dapat menyebabkan Anda dituduh tidak perawan. Itulah masalah yang berat dalam zaman sekarang ini.

Saya pernah menerima kekhawatiran semacam ini dari wanita yang akan menikah. Saat mereka melakukan hubungan seks untuk kali pertama jangan-jangan tidak keluar darah. Padahal, wanita tersebut belum pernah hubungan seks sebelumnya.

Dalam hal demikian, berkomunikasi dengan calon suami adalah jalan terbaik. Sekiranya nanti tidak keluar darah pada hubungan seks pertama dia akan mengerti dan menerima. (dr. Naek L Tobing, SpKJ. Sexology/nyata/indopos/zul)