Begini Cara Kerja Otak Atasi Trauma

Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

POJOKSATU.id – Pada dasarnya, otak kita tidak mampu menampung informasi dalam jumlah yang besar. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa ternyata memori dalam otak selama ini bekerja dengan cara mengganti informasi yang sudah lama tersimpan dengan informasi yang baru diterima.

Ketika mengingat suatu informasi, ada sebagian memori dalam otak yang hilang dan digantikan dengan informasi yang baru.

Seperti dilansir thedailybeast.com, Senin (23/3), penelitian yang dilakukan UK’s University of Birmingham dan Cambridge University’s Cognitive Brain Unit ini menyatakan, bahwa salah satu cara yang paling baik untuk mengidentifikasi proses ‘keluarnya infomasi’ yakni dengan mengamati perubahan yang terjadi pada saat kita mencoba mengingat hal-hal baru.

“Semakin banyak kita mengingat sesuatu, maka semakin banyak hal yang kita lupakan,” terang salah satu ahli dalam penelitian, Michael C Anderson.


Maka dalam proses tersebut, di samping mendapat informasi baru, informasi lama yang tersimpan dalam otak akan hilang dan digantikan dengan memori baru. Proses ini menyebabkan mekanisme kontrol dalam otak menjadi terhambat sehingga kita sulit mengingat sesuatu.

Kemampuan untuk mengontrol apa yang kita ingat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam otak. Dalam hal ini, seseorang membutuhkan sesuatu untuk mencegah rasa trauma berlebihan yang mengganggu ingatan tentang hal-hal menyebabkan trauma.

“Orang yang terus-menerus mengingat sesuatu, mengingat masa lalu, dan mengingat-ingat hal buruk maka rentan mengalami trauma yang berlebih. Hal itu dapat melemahkan pikiran dan fisiknya. Proses pelepasan memori ini merupakan salah satu teknik yang dapat manusia manfaatkan sebagai cara untuk menghilangkan memori buruk dan trauma dalam otak manusia,” tandasnya. (cr3/lya)