Igreja, Uniknya Wisata Religi Indonesia di Amerika Latin

Igreja Cristo Injili
Pemandangan Kota Mogi Das Cruzes dari puncak Urubu. Farid Fandi/Jawa Pos
Igreja Cristo Injili
Pemandangan Kota Mogi Das Cruzes dari puncak Urubu. Farid Fandi/Jawa Pos

POJOKSATU.id, AMERIKA LATIN – Igreja Cristo Injili menjadi salah satu penanda banyaknya warga Indonesia atau keturunannya yang bermukim di Mogi das Cruzes.

Tempat ibadah itu dibangun untuk memfasilitasi warga Indonesia dalam mendapatkan pelayanan berbahasa Indonesia. Pendeta Suadi Adiwardana yang sudah 40 tahun tinggal di Brasil menjelaskan, gedung tersebut resmi didaftarkan pada 1998.

Namun, rencana pembuatannya ada sejak 1984. Nama Injili yang sangat Indonesia itu dipilih untuk menengahi usul dua kelompok. ”Saat pemilihan nama, ada usul jika namanya Gereja Kristen Indonesia atau nama itu tapi dalam bahasa Portugis. Diambil jalan tengah. Yakni, menggunakan nama Igreja Cristo Injili. Bahasa Indonesia masuk, Portugis juga iya,” tuturnya.

Yang khas dari gereja tersebut yaitu tidak masuk dalam organisasi atau afiliasi apa pun dengan gereja lain. Misalnya, Gereja Baptis, Sidang Jemaat Allah, atau Gereja Kristen Indonesia.


Dia mengungkapkan bahwa satu-satunya bahasa yang digunakan adalah Alkitab. Di samping itu, menurut Saudi, tidak ada lagi gereja Indonesia di Amerika Latin. Dari Meksiko sampai Argentina, sepengetahuan dia, Igreja Cristo Injili masih menjadi satu-satunya gereja berbahasa Indonesia.

Sampai saat ini, gereja tersebut masih melakukan pelayanan dalam bahasa Indonesia. Tetapi, ada juga opsi pelayanan dalam bahasa Portugis dan dua bahasa sekaligus. Sebab, saat ini yang beribadah ke gereja itu bukan hanya orang Indonesia. Apalagi banyak keturunan Indonesia yang lebih fasih berbahasa Portugis daripada Indonesia.

”Kalau pelayanannya berbahasa Indonesia, ada sekitar 25 jemaat (yang datang). Umumnya yang sudah sepuh,” terang pendeta asal Bogor tersebut. Ketika pelayanan dalam dua bahasa diadakan, jumlah jemaat bisa mencapai 100 orang. (*/c14/ttg/jpnn/zul)