Ini Alasan Nyeri saat Ngeseks

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Berhubungan seksual merupakan momen intim saling menyenangkan secara biologis bagi pasangan suami istri. Tapi, tidak sedikit perempuan mengeluh sakit dan nyeri di daerah vagina saat sedang bercinta. Apa sebabnya?

Menurut dr Tedy TS SpOGK dari Siloam Hospitals Balikpapan, Kalimanta Timur, sakit yang timbul di vagina saat bercinta ini disebut dyspareunia. Sebenarnya, dyspareunia juga bisa terjadi pada pria.

Hanya saja, pria jauh lebih jarang menderita dyspareunia. “Rasa nyeri ini sifatnya bisa menetap atau berulang di daerah kelamin. Bisa terjadi saat sebelum atau setelah berhubungan seksual,” kata Tedy kepada Kaltim Post (Grup pojoksatu.id).

Pria yang akrab disapa dr Tedy ini menjelaskan, lokasi dan frekuensi nyeri yang dialami setiap penderita dyspareunia juga bervariasi.


“Untuk pria, rasa nyeri mungkin berlokasi di penis atau testis. Rasa sakit yang dialami perempuan bisa di mana saja, di perineum perempuan, seperti di lubang vagina atau jauh di dalam daerah panggul,” urainya.

Tedy menuturkan, tanda dan gejala dyspareunia muncul yakni rasa sakit saat penetrasi kelamin. Nyeri saat melakukan hubungan seksual dan untuk pria, ejakulasi yang menyakitkan.

“Sakit tersebut terjadi lantaran lubrikasi di vagina tidak maksimal, aktivitas seksual yang berlebihan, hambatan psikis dan pandangan negatif atau tabu tentang masalah seksual,” jelasnya.

Selain faktor tersebut, lanjut dia, penyebab lainnya yang bisa menimbulkan dyspareunia bagi perempuan yakni terjadi cedera panggul, menderita infeksi saluran urogenital (saluran kemih dan kelamin) dan penyakit radang panggul.

“Menderita vaginismus dan tumor jalan lahir (kandungan) juga menjadi penyebab rasa nyeri yang terjadi,” ujarnya.

Tedy menambahkan, risiko terjangkit dyspareunia juga bisa meningkat. Yaitu ketika penderita sering mengonsumsi obat-obatan yang bisa menyebabkan vagina kering.

Seperti obat anti-depresan, anti-hipertensi dan obat penenang yang berlebihan. “Penderita dyspareunia juga mungkin terjadi ketika seseorang mempunyai riwayat menderita penyiksaan seksual sebelumnya,” katanya.

Selain itu, stres dan sedang mengalami masa menopause atau penurunan hormon estrogen juga faktor penyebab perempuan mengalami dyspareunia.(*/en/her/k9/zul)