Ini 6 Gejala yang Terjadi Pada Tubuh Saat Menopause

Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

POJOKSATU.id – Pada beberapa wanita, menopause biasanya sering ditandai dengan kelelahan dan ketidakstabilan mood. Bagi sebagian yang lain, perubahan ini biasanya ditandai dengan berkurangnya gairah baik fisik maupun psikis.

Umumnya para wanita yang akan datang menopause, kurang menyadari bahwa dirinya telah masuk dalam fase tersebut. Padahal untuk menuju menopause, ada beberapa tanda yang menunjukkan gejala pada fase tersebut.

Karenanya bagi yang belum mengetahui apasaja gejala atau tanda yang terjadi pada tubuh Anda menjelang datangnya menopause. Inilah 6 tanda yang bisa dikenali dari gejala datangnya menopause pada tubuh, seperti dikutip dailymail.co.uk, Selasa (17/3).

1. Otak


Rendahnya kadar hormon estrogen dalam tubuh menyebabkan gairah menjadi turun sehingga mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengelola emosi dan stress. Jangan kaget jika ketika menopause, Anda akan mudah depresi, kepala pusing, dan tidak nyenyaknya tidur yang disebabkan oleh turunnya produksi magnesium akibat berkurangnya hormon estrogen.

2. Rambut

Berkurangnya hormon estrogen membuat kadar kolagen dalam kulit ikut berkurang, protein alami yang diproduksi rambut, sehingga menyebabkan rambut menjadi kusam dan rambut menjadi rontok.

3. Mulut

Ketika menopause, biasanya banyak wanita yang mengalami pendarahan pada gusi, dan lidah menjadi mati rasa. Estrogen sangat berperan dalam proses produksi membran selaput lendir di mulut. Semakin sedikit produksi air liur, mulut menjadi semakin kering. Hal ini membuat bakteri dalam mulut berkembang, menyebabkan gigi berlubang dan gusi berdarah.

4. Payudara

Ketidakstabilan produksi hormon estrogen dapat mengakibatkan naiknya kadar progesterone sehingga payudara menjadi kendur.

5. Paru-Paru

Hormon dan sistem kekebalan tubuh sangat berhubungan erat, dan menopause dapat menyebabkan alergi menjadi semakin parah. Hal ini juga dapat menyebabkan asma, demam, dan timbulnya penyakit kulit lainnya.

6. Seksual

Berkurangnya produksi estrogen dalam tubuh mempengaruhi kemampuan wanita untuk berorgasme. Menurunnya hormon progesterone, menyebabkan berkurangnya gairah seksual. Sebagai informasi, progesterone merupakan hormon pemicu produksi testosterone yang merupakan hormon pembangkit gairah seksual.

Beraktivitas secara normal sangat membantu meringankan gejala-gejala menopause yang dialami setiap wanita. Endorphin, hormon yang dapat memberikan efek rileks pada tubuh dan pikiran, akan dilepaskan selama kita berolahraga, sehingga dapat mengurangi depresi. Penelitian yang dilakukan di University of Applied Science Finlandia, menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga secara teratur, memiliki kesehatan yang jauh lebih baik, dan terhindar dari sindrom menopause, dari pada mereka yang tidak melakukan olah raga secara rutin.(cr3/lya)