7 Tanda Anak Dalam Keadaan Stres

Anak Agresif
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Stres akibat pekerjaan yang banyak atau hubungan pribadi yang tidak baik memang sering ditemui pada pasangan suami istri.

Ketika orang tua stres, tak jarang anak juga menjadi stres. Namun orang tua sering kali tidak menyadarinya.

Jennifer Shroff Pendley, PhD dari The Society of Pediatric Psychology Board mengatakan bahwa penyebab stres pada anak bisa bermacam-macam.

“Kegiatan yang terlalu banyak, sakit, kehilangan orang yang dicintai dan perceraian orang tua merupakan beberapa penyebab stres pada anak,” ujarnya seperti dikutip dari kidshealth.org.


Tanda-tanda stres pada anak memang sulit diketahui, apalagi jika anak bukan termasuk yang mudah mengungkapkan apa yang sedang dirasakan atau dipikirkannya. Dirangkum dari scholastic, inilah tanda-tanda yang ditunjukkan oleh anak ketika ia stres:

1. Mimpi Buruk

Mengalami mimpi buruk ketika tidur adalah salah satu ciri umum yang dialami ketika si kecil sedang stres. Biasanya ia akan menolak ketika disuruh tidur. Anda dapat mengatasinya dengan menemaninya sampai tertidur atau membacakan cerita-cerita dongeng sebelum tidur.

2. Susah Konsentrasi ketika Belajar

Tekanan untuk mendapat nilai bagus terkadang menjadi penyebab stres pada anak. Apalagi jika orang tua sering membanding-bandingkan anak dengan teman sebayanya. Untuk itu, Anda sebagai orang tua harus menghilangkan kebiasaan tersebut. Hargai usaha anak dengan mengucapkan pujian dan beri motivasi optimis agar ia bisa mendapatkan hasil lebih baik

3. Perilaku Agresif

Beberapa anak cenderung melakukan perilaku agresif ketika mereka sedang stres. Menendang, memukul, menggigit dan juga berteriak adalah contoh gejala anak sedang stres. Anda dapat mencoba berkomunikasi dengannya dengan mengobrol pelan-pelan. Jika cara tersebut tidak berhasil, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter atau ahli terapi.

4. Ngompol

Anak yang sering merasa gelisah akibat stres cenderung mengompol ketika tidur. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak pikiran yang ada di kepala si kecil sehingga ia lupa untuk pergi ke toilet. Ketika anak mengompol, sebaiknya Anda tidak memarahinya. Anda dapat meminta kepadanya untuk lain kali pergi ke toilet jika ingin buang air.

5. Perilaku Hiperaktif

Berlari-larian, marah-marah dan terus menerus melawan perkataan orangtua bisa disebabkan oleh stres yang diderita anak. Anak melakukan hal tersebut untuk melepaskan energi negatif yang ada di dalam dirinya. Cobalah mengajak Anak anda untuk melakukan olahraga untuk mengarahkan perilaku hiperaktifnya ke arah positif.

6. Berdiam diri

Ketika anak diam, bukan berarti ia sedang merenung. Bisa saja ia berdiam diri akibat merasa takut atau tidak diperhatikan. Apalagi jika ia menolak diajak bermain oleh temannya. Mungkin saja ia mengalami stres di sekolah. Coba berkonsultasi dengan guru di sekolah untuk mengatasi masalah tersebut.

7. Gangguan tidur dan pencernaan

Sering mengalami sakit perut atau susah tidur juga bisa disebabkan oleh stres yang dialami oleh anak. Jika anak Anda tiba-tiba mengalami perubahan pada pola makan, sering sakit perut, dan susah tidur ada baiknya Anda segera menemui dokter untuk meminta pertolongan. (jpnn/lim/zul)