Tiwi Eks T2 Tertipu Rp40 Milliar

Prastiwi Dwiarti alias Tiwi
 Prastiwi Dwiarti alias Tiwi
Prastiwi Dwiarti alias Tiwi

POJOKSATU – Mantan personel duo T2, Prastiwi Dwiarti atau yang akrap disapa Tiwi, tertipu bisnis minyak Blok Cepu, Jawa Timur. Uang senilai Rp 40 milliar yang dialokasikan ke bisnis tersebut raib dibawa kabur oknum tidak bertanggung jawab.

“Kerugian itu mencapai sekitar Rp 40 milliar. Nggak cuma di Jakarta saja kerugiannya. Tapi, kita fokus yang di Jakarta dulu,” ujar Tiwi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin.

Penipuan tersebut terjadi sejak dua tahun yang lalu. Bahkan, selain menginvestasi di Blok Cepu, Jawa Timur, Tiwi dan suaminya Shogo juga menginvestasikan uangnya di pengeboran minyak kawasan Sumatera. “Jadi waktu itu selain investasi sumur blok di Cepu ada juga di Sumatera,” ceritanya.

Gelagat mencurigakan itu muncul saat para investor tersebut tidak melaporkan penggunaan uang investasi itu.


Itu sebabnya, perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 5 Februari 1986 tersebut melaporkan hal itu ke pihak berwajib. Hanya saja, karena mereka  tidak memiliki sejumlah bukti yang kuat.

Akhirnya Tiwi bersama suaminya menunggu hingga 1,5 tahun untuk mengumpulkan sejumlah bukti tindak pidana penipuan itu. “Dari dua tahun yang lalu mau lapor, cuma bukti belum cukup,” paparnya.

Dalam invetasi tersebut, terang dia, suaminya hanya mengandalkan kepercayaan. Apalagi ada beberapa temannya sesama warga Jepang ikut berinvetasi.

“Di perusahaan itu ada investor juga dari Jepang. Ya namanya penipuan ya. Dia bayar Rp 40 milyar tapi nggak dikasih kuitansi atau apapun. Cuma dipegang sama pihak sana saja,” jelasnya.

Tiwi mengaku sudah melaporkan sejak delapan bulan lalu, tapi kurang mendapat respon kepolisian. “Saya datang ke sini untuk menanyakan tindak lanjut dari laporan tersebut. Karena sudah dari 8 bulan yang lalu. Sampai sekarang belum ada perkembangan apapun,” ujar Tiwi.

“Aku kesini pingin tahu juga, takutnya suami saya terkendala bahasa Indonesia,” tegasnya. Sementara itu, Eddy Ribut Harwanto kuasa hukum Tiwi dan suaminya Shogo mengatakan sudah beberapa oknum yang¬† telah dilaporkan ke pihak berwajib.

Diantaranya, Anton dan Toni Wijaya. Korbannya dari PT Eterna Terra Belezza Bali. “Kerugiannya sekitar Rp 5,3 miliar. Itu yang LP yang Juli 2014,” katanya.

Selain dua orang tersebut, kliennya juga melaporkan Mr Ryosuke Yodoi. Dia adalah salah satu general manager di kantornya. “Dia diduga juga terkenal pasal 363, karena membawa tas koper dan barang berharga milik korban,” paparnya.

Jika melihat delik laporan sejatinya kasus tersebut bisa diselesaikan cepat. Hanya saja, dirinya meresa kecewa petugas baru menunjuk tim penyidik.

“Kalau kasus seperti ini kan kasus ringan ya, 378, 363 KUHP. Makanya, kalau dalam kurun waktu delapan bulan harusnya sudah ada penyelidikan. SP2HP dan perkembangannya sudah sampai di mana. Tapi ini baru sampai menujuk penyidik saja,” katanya dengan nada kecewa. (ash/one)