Prapto Srimulat Tolak Berdamai Dengan Penganiaya Putranya

Prapto Srimulat bersama putra dan pengacara. Foto: Putri/Radar Bekasi (Grup Pojoksatu.id)
Prapto Srimulat bersama putra dan pengacara. Foto: Putri/Radar Bekasi (Grup Pojoksatu.id)
Prapto Srimulat bersama putra dan pengacara. Foto: Putri/Radar Bekasi (Grup Pojoksatu.id)

POJOKSATU – Kasus yang terjadi pada putra pelawak Prapto ‘Pempek’ Srimulat, terus bergulir. Untuk membuktikan keseriusan atas kasus ini, orangtua Anugrah Safari Citra Satelita (32) menolak berdamai dengan ZA, pelaku yang diduga menganiaya anaknya. Pihak keluarga korban kekeuh menempuh jalur hukum sesuai dengan laporan yang diberikan ke Polsek Babelan.

Kemarin, Senin (9/2), keluarga korban justru mendatangi Polsek Babelan untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan laporan kasus penganiayaan tersebut.

’’Kita menindaklanjuti hal ini, sejauh mana Polsek Babelan menanganinya? Sampai sejauh ini belum ada itikad baik yang dilakukan oleh pihak pelaku terhadap korban,” kata Prapto.

Ditemui di kantor Polsek, Prapto menduga penganiayaan yang dilakukan terhadap anaknya merupakan kesengajaan. Ia menyayangkan penganiayaan itu diduga dilakukan oleh calon kepala desa, yang merupakan salah satu orang terpandang.


Saat mendatangi kantor Polsek Babelan, Prapto diberikan Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan (SPHP) dari kasus anaknya. Ia mengatakan, pihak kepolisian sejauh ini sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

’’Perkara ini sudah ditangani baik oleh Polsek Babelan, dengan melihat surat ini seharusnya ZA beritikad baik dan datang ke Polsek dan memberikan kesaksian serta mengikuti hukum yang berlaku,” tuturnya pada Gobekasi (Grup Pojoksatu.id).

Disinggung soal upaya damai dari dua belah pihak, dengan tegas Prapto menolaknya. Karena ia merasa harga diri keluarganya dilecehkan akibat kejadian tersebut.

’’Kami menutup perdamaian dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Humas Polsek Babelan, Brigadir Anwar Fadillah mengatakan, pihak kepolisian sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur. Pihaknya juga bakal melengkapi laporan tersebut dengan hasil visum dari rumah sakit.

’’Kita sudah panggil ZA sebanyak dua kali, panggilan pertama dan kedua sakit dibarengi dengan surat dokter dari Klinik Yakri dan RS Bhakti Kartini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Anugrah Safari Citra Satelita (32) mengaku dianiaya oleh ZA, salah seorang calon kepala Desa Babelan Kota pada 28 Desember 2014 lalu. Ia melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Babelan pada 31 Desember tahun lalu.

Anugrah mengaku dianiaya oleh pelaku ketika sedang menagih tunggakan utang sebesar Rp700 ribu. Korban mengaku dianiaya dengan cara ditampar, dipukul dan kepala dibenturkan ke tembok. (put/lya)