Tahukah Anda? Gaya Bicara Ternyata Pengaruhi Kecerdasan Anak

Anak-anak. Dok: zulfah/pojoksatu.id

POJOKSATU – Semakin banyak kata yang didengar bayi, semakin cepat bayi belajar bicara. Demikian anggapan umum yang selama ini dipercaya orang.

Namun penelitian terbaru oleh Universitas Wahington dan Universitas Connecticut menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan bahasa bayi lebih dipengaruhi oleh gaya bicara orang yang mengajak bicara.

Meski awalnya kurang jelas, celotehan yang dibuat anak saat berusia satu tahun adalah cikal bakal produksi kata saat dewasa. Semakin banyak celotehan yang anak buat, semakin baik pula kemampuan verbal anak tersebut ketika tumbuh dewasa.

Menurut penelitian, bayi berusia satu tahun lebih aktif berceloteh apabila sering diajak bicara dengan gaya kebayian, yaitu cara berbicara dengan vokal dipanjangkan dan dengan suara ditinggikan. Kemampuan bahasa bayi juga lebih baik apabila ketika diajak bebricara, orang tua terfokus pada satu anak saja.


Penemuan terbaru yang dipimpin oleh Dr. Patricia Kuhl ini menepis anggapan umum yang selama ini beredar, yaitu semakin banyak kata yang didengar bayi, semakin cepat perkembangan kosa kata bayi.

Ia dan para peneliti dari Universitas Connecticut, Ingris, melakukan penelitian terhadap ribuan potongan percakapan 30 detik antara orang tua dan bayi. Mereka mengukur efek gaya bicara biasa dibandingkan dengan gaya bicara kebayian.

Mereka juga membandingkan efek pembicaraan yang terjadi hanya antara orang tua dan bayi dengan pembicaraan yang terjadi dalam kelompok.

Berdasar penelitian yang ia lakukan, perkembangan verbal bayi tak terlalu dipengaruhi oleh kuantitas kata yang didengar, tetapi lebih dipengaruhi oleh gaya bicara dan keadaan lingkungan saat bayi diajak bicara.

Peneliti mengklaim bahwa orang tua yang berceloteh dengan gaya kebayian pada bayi mereka yang baru lahir dapat membantu anak untuk mempelajari lebih banyak kata-kata.

“Analisa kami menunjukkan bahwa prevalensi gaya bicara kebayian dalam percakapan terfokus dengan satu anak berkorelasi dengan perkembangan bahasa yang lebih bagus, baik yang sedang berlangsung maupun di masa mendatang,” kata pimpinan penelitian yang berasal dari Institute of Learning and Brain Sciences, Universitas Washington, Dr. Kuhl, seperti dilansir laman Daily Mail.

Semakin orang tua melebih-lebihkan vokal dan meninggikan nada suara, seperti “halo adiiiik”, semakin banyak ocehan yang akan dikeluarkan anak ketika ia mencapai usia satu tahun.

Berbicara dengan bayi juga paling efektif apabila orangtua berbicara hanya kepada satu anak, tanpa ada orang dewasa atau anak lain di sekitar.

“Fakta bahwa celotehan anak memainkan peran penting dalam perkembangan verbal di masa mendatang menunjukkan betapa pentingnya interaksi antara orang tua dan bayi,” pungkas Dr. Kuhl. (fny/jpnn/zul)