Ayu Shita Kecewa Dengan Kemenpan

Ayu Shita
Ayu Shita
Ayu Shita

POJOKSATU – Kekecewaan para sineas terhadap Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mengalir. Tidak hanya aktris dan aktor senior. Artis muda berbakat di dunia perfilman dan musik tanah air pun ikut kecewa dengan kinerja pemerintah. Ayu Shita salah satunya. Ia merasa prihatin dan kecewa dengan kebijakan yang dilakukan Kemenpar yang tidak sesuai harapan para sineas dalam mengembangkan industri kretif.

Selain tidak tepat sasaran, banyak kebijakan yang memang tidak memiliki efek besar bagi pertumbuhan perfilman tanah air. ”Yang saya rasakan sebagai pekerja seni, film Indonesia sangat bagus, dan bisa bersaing dengan negara luar. Tapi, sayangnya nggak  didukung pemerintahan,” ujar Ayu.

Artis kelahiran Jakarta 9 Juni  1989 ini pun pernah merasakan animo dunia perfilman tanah air saat merespon positif karyanya sineas tanah air. Salah satunya film yang dibintanginya What They Don’t Talk About When They Talk About Love . Film tersebut masuk dalam Festival in Tokyo, Berlin, and Sundance.

Ironisnya, keberangkatan para sineas dalam mengikuti ajang tersebut tidak mendapat respon positif dari pemerintah.”Kita harus buka mata. Ini bukan kali pertama penyalahgunaan uang negara demi kepentingan pribadi. Karena banyak kejadian aktris dan aktor mewakili nama Indonesia tanpa didukung oleh negara. Tapi yang diberangkatkan bukan yang bersangkutan,” ujarnya.


Jika ini terus terjadi, ia mengkhawatirkan perjalanan industri perfilman akan jalan ditempat. Sebagai sineas dirinya merasa malu. ”Malu sih dengernya. Kirim foto melalui path dan pemerintahan Indonesia nggak keurus. Jangan sampai pihak manapun nggak kerja sama dengan Indonesia. Jangan sampai dari satu oknum merugikan dan merusak nama baik Indonesia,” terangnya.

Karenanya, ia pun berusaha untuk ikut serta membuka mata masyarakat Indonesia akan kejadian tersebut. Apalagi banyak yang tidak tau akan kejadian ini. ”Karena banyak orang Indonesia nggak tau masalah ini. Kalau bukan kita yang menyadarkan siapa lagi,” serunya.

Hanya saja dalam kasus ini dirinya tidak menyalahkan Jokowi sebagai kepala negara. Namun, oknum lama yang mengataskan nama film untuk mengeruk keuntungan pribadi. ”Ini sebenernya jauh dari Jokowi. Bukan masalah presidennya. Tapi, ini oknumnya sudah bekerja lama dan berusaha lama dan mengatasnamakan film. Kami di sini bukan menyalahkan Jokowi,” tegasnya. (ash/indopos/lya)