5 Tahun Pisah Suami, Ine Sinthya: Omongin yang Lain Aja Mas

Ine Sinthya
Ine Sinthya
Ine Sinthya

POJOKSATU– Sejak lima tahun lalu, Ine Sinthya ternyata sudah tak akur lagi dengan suaminya. Keduanya pisah ranjang.

Meski demikian, Ine tetap eksis di dunia tarik suara yang membesarkan namanya. “Prahara rumah tangga tak menjadikan hidup ini berhenti. Betapa pentingnya harus mengisi kehidupan yang singkat ini dengan berbagai macam kebaikan yang bermanfaat,” kata Ine saat ditemui di sebuah resto di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2).

Rumah tangga Ine Sinthya memang berada di jurang perpisahan. Namun, penyanyi yang sempat populer lewat lagu Cinta Bukan Sayur Asem ini enggan untuk bicara lebih jauh soal kehidupan rumah tangganya.

“Mending ngomongin yang lain saja, Mas. Yang jelas-jelas saja,” kilah penyanyi yang melejit lewat lagu Lima Menit Lagi, Gaun Merah Jambu, dan lagu Lupa Kulitnya ini.


Bersama sejumlah musisi dan tim kreatif yang dipercayainya, Ine kini tengah mengemas album baru bertajuk Jurang Perpisahan.

Ine juga enggan untuk mengkaitkan kondisi rumah tangganya dengan judul album yang dikeluarkannya itu. “Bagi saya, hidup itu selalu berkreasi. Saya tidak pernah memisahkan antara kehidupan berkesenian dengan fakta hidup. Sebagai pekerja seni, pengalaman hidup yang aku jalani sering menginspirasi untuk dijadikan lagu. Dari musik dan lagu itu aku berharap masyarakat dapat terinspirasi, bisa memetik manfaat, dan mengambil pelajaran,” ujarnya.

Soal dedikasinya di bidang seni, Ine Sinthya terbilang seniman yang tak pernah berhenti berkarya, khususnya di bidang tarik suara. Debutnya dimulai dari penyanyi solo, duet, trio, sampai grup. Hampir tiap tahun selama rentang waktu tahun 1986 hingga tahun 2015, selalu saja album baru Ine diproduksi.

Hampir semua album yang dikeluarkan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat pecinta musik dangdut. Bahkan, lagu-lagunya masih banyak diputar di sejumlah radio dangdut sampai sekarang.

“Tanpa apresiasi masyarakat, saya bukanlah siapa-siapa,” ujar ibu dua anak ini. (uta/opi/awa/jpnn)