4 Lokasi Wisata Ikonik Manggarai Raya yang Wajib Dikunjungi

Penulis berada di lodok Desa Cancar dimana, garis pematang sawahnya benar-benar seperti gambar jaring laba-laba raksasa. (Dok Pribadi)
Penulis berada di lodok Desa Cancar dimana, garis pematang sawahnya benar-benar seperti gambar jaring laba-laba raksasa. (Dok Pribadi)
Penulis berada di lodok Desa Cancar dimana, garis pematang sawahnya benar-benar seperti gambar jaring laba-laba raksasa. (Dok Pribadi)

POJOKSATU- Selama ini, penjelajahan di Manggarai Raya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) umumnya berhenti di Labuan Bajo (ibu kota Kabupaten Manggarai Barat). Padahal, banyak tempat wisata indah dan unik di tetangga sebelahnya; Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Setelah perhelatan Sail Komodo 2013, Kabupaten Manggarai Barat benar-benar bersolek. Daerah yang khas dengan komodo, kadal terbesar di dunia, tersebut benar-benar mempercantik diri.

Itu dimulai dengan pembangunan Bandara Komodo, Labuan Bajo, dengan desain yang lebih modern.

Usai menginjakkan kaki di Labuan Bajo (15/1), saya bergegas meluncur ke Kabupaten Manggarai. Segala keinginan untuk menikmati keindahan wisata di Labuan Bajo sementara ditahan dahulu.


Perjalanan dari Labuan Bajo ke Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar empat jam. Moda angkutan daratnya beragam.

Bisa menggunakan bus angkutan umum bertarif Rp 50 ribuan, tetapi waktu tempuhnya bisa lebih lama karena suka ngetem (berhenti untuk mencari penumpang). Alternatif angkutan lain adalah dengan mobil travel Labuan Bajo–Ruteng dengan tarif Rp 100 ribuan sekali jalan.

Mobil travel menuju Ruteng paling sore berangkat sekitar pukul 17.00 Wita. Perjalanan dari Labuan Bajo ke Ruteng melewati jalan Trans-Flores yang cukup mulus.

Meski begitu, siap-siap mabuk darat karena jalannya berliku memecah pegunungan antara Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai.

Jika tidak ada permasalahan selama perjalanan, mobil travel masuk Ruteng sekitar pukul 21.00–22.00 Wita. Kegiatan berikutnya adalah berburu hotel.

Di Ruteng banyak hotel dengan tarif menginap beragam. Hotel paling mewah di kota itu adalah Hotel Sindha. Tarif menginap paling murah di hotel tersebut Rp 350 ribu. Kamar kelas bawah di hotel itu memang tidak dilengkapi pendingin ruangan.

Tetapi, jangan khawatir. Ruteng berada di ketinggian 1.200 mdpl. Hawanya selalu adem. Begitu pula air di kamar mandi. Rasanya begitu cesss… Bak guyuran air es.

Setelah matahari menyembul, perjalanan menjelajahi Kabupaten Manggarai dimulai. Kabupaten Manggarai cukup khas. Ia memiliki empat lokasi wisata ikonik di empat penjuru mata angin.

Di selatan ada perkampungan bersejarah Wae Rebo. Kemudian, di sisi utara ada situs purba Liang Bua, tempat penemuan tengkorak manusia purba Homo floresiensis.

Lalu, di timur ada danau tenang dan asri bernama Ranamese. Terakhir, di sisi barat ada persawahan (lodok) unik. Garis pematang sawahnya dibuat menyerupai jaring laba-laba. (dos)