Inilah Kampung Kuliner Arab di Indonesia

Foto: Dimas Alif/Jawa Pos
Foto: Dimas Alif/Jawa Pos
Kampung Kuliner Arab, Ampel. Foto: Dimas Alif/Jawa Pos

POJOKSATU – Sepiring nasi briyani seafood tersaji di atas piring putih. Potongan udang dan cumi menyeruak di antara butiran nasi berwarna kuning. Rempah-rempahnya menimbulkan harum kuat yang sangat khas. Itulah nasi briyani, salah satu menu andalan Depot Mas Hakim di Kompleks Ampel.

Depot di gang utama Masjid Ampel itu memang menyediakan berbagai makanan olahan khas Arab. Selain nasi briyani, ada roti maryam, nasi kebuli, dan nasi tomat. ’’Andalan kami nasi kebuli dan briyani,’’ ujar Syaiful Fahri, salah seorang karyawan depot.

Menurut dia, rahasia kelezatan masakan Arab di depot tersebut terletak pada bumbu rempah yang khas. Misalnya, nasi briyani yang diolah dengan menggunakan ketumbar, merica, jintan, adas, jahe, dan kunyit.

’’Kalau kebuli, rempahnya pakai pala, lada, kayu manis, dan serai. Tapi, kalau di sini ada resep rahasianya. Asli Arab. Rasanya lain, bikin pelanggan pasti kembali,’’ kata Syaiful lantas tersenyum. Dia menyebut Dorce Gamalama pernah mampir ke depot tersebut. Saat itu artis nasional tersebut mencicipi beberapa makanan.


Harga menu yang dijual di Depot Mas Hakim cukup terjangkau. Sepiring nasi kebuli dan nasi briyani, misalnya, dibanderol Rp 15 ribu saja.

Pria yang sudah bekerja selama delapan tahun itu menuturkan, depot tersebut cukup bersejarah. Usianya sudah mencapai 15 tahun. Pemiliknya seorang warga Arab asli, yakni Hakim Bala’mash. Kini depot di jalan utama menuju Masjid Ampel itu dijalankan generasi kedua.

Depot Mas Hakim hanya satu di antara puluhan pedagang makanan di Kompleks Ampel yang terus buka selama Lebaran. Mereka rata-rata buka mulai pukul 10.00 sampai 22.00.

Kompleks Ampel memang surga kuliner khas Arab. Mulai sambosa, martabak, hingga pukis atau apem Arab tersedia di sini. Bentuk kue pukis itu seperti jamur jumbo dengan bagian atas yang menggelembung.

Tak hanya itu, kismis, kacang Arab, air zamzam, dan tentunya kurma sangat mudah ditemukan di Ampel. Bisa dibilang, Ampel adalah pusat kurma. Beragam jenis kurma bisa diperoleh di sana. Harganya relatif terjangkau. Untuk kurma super, para pencinta kuliner cukup merogoh Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan yang kualitas biasa bisa dibeli dengan harga Rp 20 ribu per kilogram.

Satu lagi kuliner khas Arab yang tidak boleh terlewat. Yakni, kebab. Pengunjung akan menemukan banyak stan kebab di sepanjang jalan besar di luar lokasi masjid. Salah satu yang paling populer bernama Syawarma. Stan yang berlokasi di depan Bank BRI Unit Pabean itu didirikan seorang warga Arab bernama Hasan Baraja. Hanya dengan Rp 11 ribu, pengunjung bisa merasakan nikmatnya kebab berisi irisan daging berbalut sayuran.

Selain itu, ada warung-warung tenda yang menjual gulai ala Arab. Yakni, gulai yang dicocol dengan roti maryam.

Setelah bersantap, pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh bisa mampir ke puluhan toko yang menjual baju-baju muslim, tasbih, hingga minyak wangi. Harganya terbilang miring. Untuk sepotong mukena, harganya hanya Rp 20 ribu. Pada hari Lebaran ini, mayoritas pedagang makanan di Kompleks Ampel juga tetap buka. Jadi, para pencinta kuliner tidak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah untuk merasakan masakan Arab. Cukup ke Kompleks Ampel saja. (nir/c7/pri/zul)