Strategi Dalam Mengelola Emosi Anak

Getty Images
Getty Images
Getty Images

POJOKSATU – Belakangan ini sering terjadi kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh teman sebayanya. Mengapa demikian? Hal ini dipengaruhi oleh pola didik orangtua terhadap sang anak.

Tahukah anda bahwa anak-anak pada umumnya belajar perilaku agresif atau kekerasan pada awal kehidupan mereka. Namun, sebagai orangtua jarang memperhatikan hal ini.

Orangtua memainkan peran yang sangat besar dalam pertumbuhan sikap dan prilaku anak, sehingga sebagai orangtua menuntut kita wajib untuk memberikan mereka pengertian dan pelajaran bahwa menyelesaikan masalah tidak harus dengan emosi serta kekerasan.

Berikut adalah beberapa saran dan startegi yang dilansir dari laman American Psychological Association untuk menghadapi anak-anak dalam mengelola emosi mereka tanpa menggunakan kekerasan:


Anak-anak belajar perilaku agresif pada awal kehidupan. Beberapa strategi dapat membantu orang tua dan orang lain mengajar anak-anak untuk mengelola emosi mereka tanpa menggunakan kekerasan.

1. Berikan Anak-anak Anda cinta dan Perhatian yang Konsisten

Setiap anak membutuhkan kasih sayang dari orangtua atau orang-orang disekitarnya, maka hubungan seorang anak dan orangtua haruslah bisa membuat si anak merasa aman dan nyaman, hal ini bertujuan untuk mengembangkan rasa percaya sang anak pada oranglain. Anak-anak juga memerlukan perhatian dalam tahap perkembangannya, karena studi melaporkan bahwa anak-anak tanpa pengawasan dari orangtua sering mengalami masalah perilaku.

2. Mengawasi Pergaulan Anak

Menemani dan mengawasi anak dalam bergaul dan bermain dibeberapa kesempatan bisa memberikan anak anda pengajaran bagaimana untuk merespon dengan tepat ketika orang lain menggunakan penghinaan dan ancaman atau berurusan dengan kemarahan dengan memukul. Jelaskan kepada anak-anak Anda bahwa ini bukanlah perilaku yang tepat, dan arahkan mereka untuk menghindari anak-anak lain yang berperilaku seperti itu. Berilah satu alasan yang paling tepat pada anak anda mengapa mereka harus menghindari kekerasan.

3. Bersikap Dengan Tegas Ketika Anak Melakukan Kekerasan pada Temannya

Beberapa anak ada yang bertindak agresif dan mendahulukan kemarahannya ketika dihadapkan pada situasi yang mengganggu emosi mereka, bahkan mereka ada yang sampai berlaku kekerasan pada temannya. Berikan penjelaskan pada anak-anak anda tentang kemungkinan bahaya perilaku kekerasan. Jelaskan kepada anak-anak Anda apa yang Anda harapkan, dan berikan ketegasan konsekuensi karena tidak mengikuti aturan. Hal ini akan membantu mereka belajar untuk berperilaku dengan cara yang baik pada orang-orang disekitar mereka.

4. Puji Jika Anak Melakukan Hal Baik
Anak-anak selalu merasa butuh dihargai, maka jika anak anda dapat berlaku baik pada orang disekitarnya dan mereka dapat memecahkan masalah tanpa bertindak kasar. Anak-anak lebih mungkin untuk mengulangi perilaku yang baik ketika mereka dihargai dengan perhatian dan pujian.

5. Jauhkan kekerasan dari rumah Anda

Kekerasan dalam rumah tangga bisa menakutkan dan berbahaya bagi anak-anak. Anak-anak membutuhkan rumah yang aman dan penuh kasih di mana mereka tidak harus tumbuh dalam ketakutan. Seorang anak yang telah melihat kekerasan di rumah tidak selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan, tapi dia mungkin lebih cenderung untuk mencoba menyelesaikan konflik dengan kekerasan.

6. Mendukung anak-anak Anda dalam berdiri melawan kekerasan

Ajarkan anak-anak anda untuk menanggapi temannya yang berlaku kasar atau menghinanya dengan kata-kata tenang tapi tegas. Bantulah mereka memahami bahwa menghindari kekerasan itu adalah hal yang sangat pemberani dan berjiwa kepemimpinan.

7. Dukung Anak Memiliki Pergaulan Luas

Biarkan anak-anak anda bergaul dengan orang lain dari berbagai latar belakang ras dan etnis agar anak anda dapat menerima perbedaan dari tiap-tiap ras. Ajarkan mereka bahwa mengkritik orang karena mereka berbeda adalah hal yang menyakitkan. (zul)