Rapi dan Berantakan, Keduanya Bermanfaat. Mau Pilih Mana?

Ilustrasi. Foto: womens health
Ilustrasi. Foto: womens health
Ilustrasi. Foto: womens health

POJOKSATU – Sebuah penelitian baru menemukan, orang yang rapi cenderung lebih murah hati dan melakukan pola hidup sehat. Sementara, orang yang berantakan lebih kreatif dan berani mengambil risiko. Penelitian ini dilakukan oleh University of Minnesota dan diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.

Beberapa studi sebelumnya telah menemukan bahwa kebersihan mencerminkan perilaku yang baik. Di antaranya ialah makan sehat, menjadi murah hati dan mengikuti peraturan.

Namun, para peneliti ingin melihat apakah bekerja di lingkungan yang berantakan juga memiliki manfaat atau tidak. Mereka merancang serangkaian percobaan untuk menguji efek dari lingkungan kerja yang tertib atau tidak tertib terhadap perilaku masyarakat.

Pada percobaan pertama, siswa diminta untuk melakukan serangkaian tugas. Baik di ruang rapi dan terorganisir atau yang berantakan dengan kertas dan perlengkapan kantor lainnya berserakan di sekitar mereka. Setelah menyelesaikan tugas, mereka diberi kesempatan guna menyumbangkan uang untuk amal.


Setelah itu, mereka kemudian menawarkan pilihan antara apel dan sebatang cokelat. Hasil penelitian menemukan, sebanyak 82 persen orang dari ruang rapi menawarkan untuk menyumbangkan uang dibandingkan dengan 47 persen di kamar yang berantakan.

Percobaan berikutnya melibatkan kreativitas. Hasilnya, orang dari kamar yang berantakan jauh lebih kreatif daripada mereka dari ruang rapi.

“Berada di sebuah ruangan berantakan meningkatkan kreativitas,” kata psikolog, Kathleen Vohs, seperti dilansir laman Health Me Up. (fny/jpnn/zul)