Sering Ditodong Pistol, Artis Ini Pilih Menjanda

Anita Agnes
Anita Agnes
Anita Agnes

POJOKSATU – Membangun rumah tangga bahagia dan harmonis nampaknya kini hanya tinggal impian model dan artis Anita Agnes Alexandra. Pasalnya, setelah hampir 15 tahun menjalani rumah tangga, Anita harus mengakhirinya di meja hijau.

Bahkan bulan ini, keputusan final untuk bercerai dengan pria yang diketahui berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol berinisial YN itu telah diterimanya.

”Bulan ini keputusan final sudah kami terima dari pengadilan. Pada tanggal 5 (Februari, Red) nanti kita akan melakukan ikrar talak, ” ujar Anita di Pengadilan Agama (PA), Jakarta Selatan, (30/1).

Sebagai seorang perempuan yang telah memiliki empat orang putra yakni, Alif Ivannur, Batasya Ayunur, Yusufnur, dan Satria, perceraian memang tidak pernah terbayangkan dalam benaknya. Apalagi di awal pernikahan, bumbu romantis itu selalu muncul di tengah keluarga yang dibangun sejak 1996 tersebut.


Sayangnya, saat memasuki tujuh tahun pernikahan, konflik rumah tangga mulai memanas. Bahkan sang suami rela menodongkan pistol di hadapan anak-anaknya. ”Tiga kali saya diancam dengan pistol, satu kali sempat meletus, itu di depan anak-anak, di rumah tante saya,” cerita perempuan kelahiran, Jakarta, 14 Agustus 1979 tersebut.

Tentunya dengan aksi koboi itu, Anita tidak kuasa untuk berada satu atap kembali dengan pria yang sempat dicintainya itu. Ia pun sempat pisah ranjang pada 2004. Upaya hukum pun terus dilakukannya. Tidak hanya upaya hukum atas tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke petugas Propam Mabes Polri, namun juga melalui Komnas Anak.

”Semua sudah kami lakukan, tetapi karena dia berjanji berubah, proses perceraian saya cabut,” jelasnya.

Sayangnya niatan tersebut tidak dijalankan dengan baik. Alih-alih mengubah sikapnya, suaminya semakin brutal. Akhirnya ia pun mengajukan gugatan cerai kembali. ”Tapi di gugatan ketiga kami sama-sama mengajukan gugatan cerai, dan akhirnya saya tergugat,” paparnya.

Sebagai istri anggota Bhayangkara, perceraian yang dilewatinya pun tidak mudah. Bahkan ia harus melewati beragam proses hukum hingga sampai di Mahkamah Agung (MA). Dengan segala bukti yang dimilikinya akhirnya ia terbebas dari cengkraman suaminya itu. Hak asuh ke empat anaknya jatuh pada dirinya.

”Untungnya anak ikut saya,” tegasnya.

Anita pun berharap dengan berakhirnya hubungan rumah tangga dengan suaminya di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan ini bisa memberi titik celah pada proses pengaduan di propam Mabas polri. Sebab, selama ini petugas beralasan aduan KDRT yang dilakukan dirinya tidak memiliki bukti yang kuat. Padahal sejumlah bukti dan visum akan tindak kekerasan telah dilampirkan.

”Semua bukti sudah ada, baik visum dan proyektil yang menembus kasur. Proyektil itu masih saya simpan,” terang perempuan yang sempat terlibat dalam proses video klip grup musik Zamrud sebagai model itu.

Lantas bagaimana dengan harta gonogini? Anita mengaku setelah melewati proses talak ikrar. Dirinya akan melewati proses persidangan berikutnya. Ditengarai harta anggota korps baju coklat bernilai milliaran rupiah. “Ya segitulah,” pungkasnya. (ash/)