10 Tips Atasi Gangguan Pasangan di Tempat Tidur

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Istirahat yang cukup di malam hari dibutuhkan oleh setiap orang. Setelah melewati hari yang sangat melelahkan atau membutuhkan energi yang cukup untuk menghadapi aktifitas esok pagi, dibutuhkan tidur malam yang nyenyak dan nyaman. Tapi apa yang harus Anda lakukan ketika pasangan Anda mendengkur terlalu keras, merebut selimut, atau tidak sengaja menendang Anda ketika tidur?

Berikut 10 tips dan trik yang tepat dari Dr. Breus, Sleep Consultant Health Media dan National Sleep Founddation, untuk menghadapi gangguan dari pasangan Anda ketika tidur.

1. Mendengkur

Ketika pasangan mendengkur, mungkin Anda berpikiran untuk menutup wajah pasangan Anda dengan bantal, mendorong dia dari tempat tidur, atau menyumpal mulutnya dengan kain. Mendengkur juga dapat merusak suasana rumah tangga Anda, karena energi seharusnya yang didapat dari tidur yang cukup, malah hilang karena dengkuran yang sangat mengganggu.


Jangan berpikir terlalu lama untuk membawa diri Anda atau pasangan Anda menemui dokter. Mendengkur bisa menjadi suatu penyakit yang serius, tapi masih bisa disembuhkan. Mengunjungi dokter untuk konsultasi mengenai masalah mendengkur dapat membantu Anda dan pasangan Anda.

2. Tidak setuju dengan temperatur AC

Debat mengenai suhu AC dengan pasangan Anda sebenanya tidak penting, tetapi dapat berpengaruh secara psikologis jika ini terus terjadi setiap waktu.

Banyak solusi yang bisa Anda berdua lakukan sebelum memulai ritual malam Anda. Seperti bersepakat terlebih dahulu akan suhu yang diinginkan. Sehingga seseorang yang lebih menyenangi keadaan hangat bisa terlebih dahulu memakai piyama yang lebih tebal atau mengambil selimut tambahan.

Kebalikannya, jika pasangan Anda lebih memilih untuk suhu yang hangat, Anda dapat memilih ranjang yang lebih besar sebagai solusi. Ranjang yang besar memberikan jarak dari pasangan Anda, dimana Anda bisa mendapatkan suhu sejuk di sekitar tubuh Anda.

3. Anak Anda sering secara tiba-tiba memasuki kamar Anda

Anda sangat membutuhkan suasana yang hening untuk tidur setelah hari yang sangat amat super melelahkan. Tetapi baru saja memejamkan mata, anak Anda tiba-tiba masuk dan menangis karena mengalami mimpi buruk atau kondisi popok penuh.

“terkadang hanya satu orang dari pasangan yang mengurusi masalah dari si kecil. Hal ini dapat membuat gangguan pada rumah tangga sebuah pasangan nantinya,” tutur Kennedy. “Atau sang istri tidak masalah ketika anaknya memasuki kamar sedangkan sang suami keberatan, atau sebaliknya.”

Kennedy menyarankan komunikasi yang baik antar anggota keluarga sangat dibutuhkan untuk hal seperti ini. Semua harus terlibat dalam komunikasi yang baik untuk mendapatkan solusi yang baik untuk semua anggota keluarga. Seperti misalnya memberitahu batasan privasi di dalam rumah, atau memberi pesan yang singkat bahwa Anda pada hari itu ingin mendapatkan istirahat yang cukup karena suatu hal.

4. Pendapat yang berbeda tentang tipe kasur

Beberapa orang suka tempat tidur yang empuk, dan yang lain lebih menyukai kasur yang agak keras sebelum mulai bermimpi indah.

Perbedaan pendapat seperti ini tidak akan membuat suatu hubungan dalam rumah tangga bertahan lama jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Tapi jangan pernah Anda berpikir untuk membeli kasur yang terpisah. Karena itu sudah pasti akan membuat rumah tangga Anda retak.

Jika Anda memiliki ranjang ukuran King-size di rumah, Anda dapat memodifikasi tipe keempukan kasur yang Anda inginkan, misalnya Anda ingin kasur yang empuk dan pasangan Anda ingin yang agak keras. Anda bisa membeli dua kasur terpisah dengan keempukan yang berbeda. Kedua kasur tersebut harus memiliki ukuran yang pas untuk dipasang di rangka dari ranjang King-size. Dengan itu Anda dan pasangan Anda dapat memiliki kasur yang diinginkan.

5. Waktu tidur atau bangun berbeda dengan pasangan Anda

Perbedaan ini tidak terlalu menjadi masalah. Hanya membutuhkan etika yang tepat untuk menjaga kebutuhan tidur pasangan Anda terpenuhi.

Jika Anda ingin tidur larut malam, sedangkan pasangan Anda harus bangun pagi sekali. Sebagai pihak yang memilih untuk tidur larut malam, sebaiknya Anda meminimalis segala kegiatan yang berhubungan dengan suara. Misalnya memakai headset untuk mendengar musik atau film.

Sedangkan sebagai pihak yang memilih untuk tidur terlebih dahulu, dan bangun lebih pagi, ketika bangun, Anda disarankan jangan terlalu sering untuk menekan tombol snooze atau tunda pada alarm Anda. Karena semakin sering Anda melakukannya, itu akan mengganggu pasangan Anda yang masih ingin beristirahat.

6. Anda suka gelap, dan dia membutuhkan cahaya untuk tidur

Kondisi ini sangat sering ditemui pada banyak pasangan. Kondisi yang gelap adalah sinyal bagi otak untuk memproduksi hormon melatonin yang sangat berguna bagi tubuh. Tapi di sisi lain, pasangan Anda sangat membutuhkan keadaan yang terang untuk tidur.

Debat yang berlebihan dapat dihindari dengan cara pemakaian lampu dengan daya yang sangat rendah di kamar tidur. Atau memasang saklar lampu yang dapat mengontrol daya terang suatu lampu. Penutup mata terlihat lucu, tapi jangan salah, ini adalah solusi yang paling tepat untuk membantu Anda yang lebih menyukai kegelapan dapat tertidur pulas.

7. Anda suka tidur berpelukan, sedangkan pasangan Anda butuh ruang

Jangan berprasangka buruk jika pasangan Anda menolak untuk merangkul Anda dalam dekapannya ketika tidur. Banyak orang yang menginginkan space atau ruang yang lega untuk memejamkan mata.

Solusi yang mudah untuk hal ini adalah membagi waktu Anda bersama pasangan. Misalnya, 10 – 15 menit sebelum tidur rayu sang pasangan untuk mendekap Anda, ditambah diskusi ringan, canda tawa, dan saling curhat dapa menambah romantisme rumah tangga Anda.

8. Dia suka menonton televisi sebelum tidur, sedangkan Anda lebih suka keadaan tenang

Mirip dengan pasangan yang mendengkur, hal ini lebih mudah dihindari dengan cara yang sederhana. Misalnya sepakat untuk menonton televisi 15 – 30 menit sebelum tidur.

Jika itu tidak bisa dilakukan, Anda juga bisa meminta pasangan Anda untuk mengecilkan volume suara TV. Dan jika itu masih mengganggu Anda, penyumbat telinga yang terbuat dari gabus empuk bisa Anda beli di apotek terdekat.

9. Berebut selimut dengan pasangan Anda

Anda senang tidur dengan posisi ‘kepompong’ sedangkan pasangan Anda sibuk menarik selimut Anda? Hal ini cukup sering didengar oleh dokter konsultasi pasangan menikah.

Jangan memikirkan hal yang terlalu rumit untuk mengatasi hal seperti ini. Banyak dijual selimut berukuran jauh lebih besar daripada kasur berukuran King-size dengan harga yang murah. Satu kali membeli untuk keharmonisan jangka panjang jauh lebih baik daripada istirahat malam yang kurang setiap hari. Dan jangan pernah berpikir untuk membeli dua selimut yang terpisah. Itu buruk bagi Anda dan dia.

10. Partner Anda sering bergerak

Semua orang pasti akan bergerak sedikitnya 3 kali dalam tidurnya. Sebuah penelitian mengatakan perempuan sangat sensitif terhadap gerakan pasangan tidurnya. Dan ini membuat mood dari pihak yang terganggu menjadi buruk di pagi hari.

Jika Anda adalah orang yang melakukan banyak gerakan di malam hari, Anda dapat melapisi area kasur Anda dengan selimut tebal. Hal ini dapat mengurangi efek gangguan yang ditimbulkan dari gerakan Anda yang berlebihan.

Spring bed atau kasur pegas bisa sangat membantu meminimalisir getaran dari gerakan pasangan Anda.