Ini yang Buat Elvira Devinamira Plong dan Lega

Elvira Devinamira Wirayanti. Foto: mattpettit/miss universe
Elvira Devinamira Wirayanti. Foto: mattpettit/miss universe
Elvira Devinamira Wirayanti. Foto: mattpettit/miss universe

POJOKSATU – Berhasil mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional, tentunya banyak cerita dari Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira Wirayanti, selama mengikuti kontes Miss Universe 2014 di Doral, Miami, Amerika Serikat (AS) tersebut.

Peraih Top 15 dan Best National Costume di ajang Miss Universe 2014 itu diwawancarai secara khusus Jawa Pos (Grup Pojoksatu.id).

Berikut petikan wawancara dengan Vira:

Halo Vira, apa kabar?


Baik. Akhirnya, saya tiba kembali di Jakarta, Alhamdulillah.

Selamat atas prestasimu dalam Miss Universe 2014, Top 15 dan Best National Costume. Pencapaian tertinggi Indonesia sejauh ini. Apa yang ada di benakmu ketika itu?

Merasa bersyukur, alhamdulillah atas semua ini. Saya cuma bilang, tidak ada hasil tanpa disertai usaha keras. Apa yang saya dapat ini karena berbagai usaha selama ini. Mondar-mandir ke sana kemari (ikut training dll). Dan kita yang memulai dari bawah, lalu bisa mencapai suatu titik puncak, rasanya bangga banget. Rasanya lega, sudah plong. Ini kan tugas yang harus saya jalani setelah terpilih sebagai Putri Indonesia 2014. Sekarang saya sudah bebas tugas.

Soal kostum nasional, apakah Vira dan Dynand Fariz berdiskusi soal konsepnya?

Iya. Sejak awal, saya bilang kepada Mas Dynand –Dynand Fariz, perancang national costume Vira– bahwa saya ingin menang. Saya ingin pulang dapat juara. Setidaknya juara Best National Costume. Mas Dynand mengerti keinginan saya. Dia memang membuat karya yang yang luar biasa.

Waktu diumumkan jadi pemenang, rasanya bagaimana?

Luar biasa. Rasanya, usaha kami terbayar. Rasanya capek lho pakai national costume seberat 20 kilogram. Leher saya sampai keceklek (keseleo). Kalau masuk ke ruangan, saya harus nunduk-nunduk karena saking tingginya kostumnya itu. Tapi, nggak sia-sia. Indonesia menang!

Apa saja kendala yang kamu alami semasa berkompetisi?

Aduh, banyak banget kalau kendala. Tapi, saya enjoy the moment aja. Saya nggak berusaha membandingkan diri dengan kontestan lain. Apalagi berbuat yang tidak kompetitif atau menjegal. Saya nggak pernah mau terlalu mengurusi kontestan lain.

Tapi, biasanya kalau berkumpul, cewek-cewek suka membicarakan orang lain. Apalagi ini kontes kecantikan?

Kalau lagi berada di kamar, misalnya, kita paling talking about food dan soal kegiatan. Sama sekali nggak pernah membicarakan wakil negara lain atau berniat jahat. Nikmati aja setiap kegiatan disana. Di suruh menari, ya menari. Disuruh main basket, ya main. Disuruh berkunjung ke sana ke sini, ya sudah jalanin saja.

Kegiatan selama karantina padat sekali. Sempat kelelahan tidak?

Ya, sempat. Kami harus mulai make up pukul 5–6 pagi dan make-up-nya baru bisa dihapus pukul 12 malam. Begitu setiap hari. Kita harus senyum terus. Itu kan juga melelahkan.

Apa yang paling kamu kangenin selama berada di sana selain keluarga?

Makanannya. Kangen makan nasi uduk. Di sana makannya salad, salad, dan salad. (dod/c14/jan/jpnn/lya)