Minta Cium Ditolak, Miura ‘Depapepe’: Sakitnya Tuh di Sini

Takuya Miura (kiri) dan Yoshinari Tokuoka (kanan) dalam konser mereka tadi malam. Keduanya tergabung dalam duo gitaris Depapepe. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos (Grup Pojoksatu)
Takuya Miura (kiri) dan Yoshinari Tokuoka (kanan) dalam konser mereka tadi malam. Keduanya tergabung dalam duo gitaris Depapepe. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos (Grup Pojoksatu)
Takuya Miura (kiri) dan Yoshinari Tokuoka (kanan) dalam konser mereka tadi malam. Keduanya tergabung dalam duo gitaris Depapepe. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos (Grup Pojoksatu)

POJOKSATU – Suasana Upper Room Annex Building, Jakarta, Jumat malam (30/1), begitu riuh. Ini lantaran duo gitaris akustik asal Jepang, Depapepe, begitu komunikatif dalam pentas konser tunggalnya itu.

Takuya Miura, 32, dan Yoshinari Tokuoka, 38, memenuhi janji mereka untuk banyak menyapa penggemar dengan bahasa Indonesia.

Saat berusaha berbicara dengan bahasa Indonesia, karena keduanya tidak fasih, penonton pun tertawa. Selain itu, gaya mereka menyontek naskah yang disediakan penyelenggara juga membuat tingkah keduanya semakin lucu. ’’Apa kabar Jakarta? Hmm… bagus, mantap,’’ kata Miura dengan terbata-bata.

Mereka juga mengucapkan guyonan dengan menggunakan bahasa Indonesia. ’’Cium aku,’’ pinta Miura kepada Tokuoka. ’’Nggak!’’jawab Tokuoka.


Permintaannya ditolak, Miura menirukan kata-kata Cita Citata yang lagi populer sekarang ini. ’’Duh, sakitnya tuh di sini,’’ kata Miura yang bikin penonton makin riuh.

Selain mampu mencairkan suasana konser, kemampuan bergitar Depapepe memukau para penonton. Kesan romantisme di dalam ruangan konser langsung terasa saat keduanya membawakan musik Life Is A Journey dan Katana. Salah satu penggemar mereka dari Jakarta, Meylan, menyatakan menggemari Depapepe sejak dua tahun silam.

’’Aku suka cara mereka bermain gitar, keren banget,’’ tutur Meylan yang pandangannya tidak lepas dari Depapepe saat diwawancarai.

Konser Depapepe kali ini dipromotori Marygops Studio. Neelam Vaswani, marketing director Marygops Studios, menuturkan bahwa pihaknya mendatangkan duo gitaris Jepang tersebut karena banyak yang memintanya. ’’Waktu tampil di Java Jazz 2012, banyak sekali penontonnya,’’ katanya.

Dua gitaris itu memang unik. Mereka tidak hanya menyanyi, tetapi juga memainkan lagu dengan gitar. Meski demikian, karya mereka mudah dicerna.

’’Keahlian mereka juga tinggi. Dengan permainan gitar saja, tanpa ada vokal, penggemarnya sangat banyak,’’ jelas Shaane Harjani, managing director Marygops Studios. (dod/c15/jan/jpnn/lya)