Chromoly Sepeda Turing Semakin Kembali Populer

KERJA TIM: Dari kiri, Ahsin Wahyunan, Joko Prayitno, Rizka Ferri Admawan, saat ditemui di bengkel kerja tempat mereka menyelesaikan sepeda custom pesanan calon pembeli. (Agung Putu Iskandar/Jawa Pos)
KERJA TIM: Dari kiri, Ahsin Wahyunan, Joko Prayitno, Rizka Ferri Admawan, saat ditemui di bengkel kerja tempat mereka menyelesaikan sepeda custom pesanan calon pembeli. (Agung Putu Iskandar/Jawa Pos)
KERJA TIM: Dari kiri, Ahsin Wahyunan, Joko Prayitno, Rizka Ferri Admawan, saat ditemui di bengkel kerja tempat mereka menyelesaikan sepeda custom pesanan calon pembeli. (Agung Putu Iskandar/Jawa Pos)

POJOKSATU – Selama ini frame sepeda MTB sangat akrab dengan bahan aluminium alloy. Terutama dari kalangan pabrikan besar baik dari Indonesia maupun merek-merek luar negeri. Namun, produsen sepeda custom dari Malang, Babah Bikes, justru membuat sepeda MTB dari bahan chromoly.

Frame MTB yang diproduksi mulai dari jenis all-mountain hingga downhill, baik yang hardtail maupun full-suspension. Babah Bikes juga memproduksi frame custom untuk sepeda-sepeda dirt jump.

”Bahan chromoly lebih kuat, tapi juga mampu memberikan kelenturan dengan tetap mempertahankan tingkat stiffness (kaku) yang tinggi. Kelenturannya cocok untuk sepeda MTB yang banyak jumping,” kata Joko Prayitno, founder Babah Bikes, saat ditemui Jawa Pos di lokasi workshop di kawasan Sarangan, Malang.

Cyclist yang akrab dipanggil Jho itu mengungkapkan, chromoly yang diproduksi perusahaan Reynolds asal Inggris itu memiliki banyak jenis dengan komposisi campuran bahan yang beragam. Seri-seri produk terbaik seperti 931, 953, 631, dan 853 hanya dijual di negeri asalnya, Inggris.


Sedangkan seri tubing chromoly 520 dan 500 lebih populer dan dijual ke luar negeri dalam bentuk satu set tubing untuk frame sepeda. Nah, bahan sepeda yang digunakan Babah Bikes adalah chromoly dua seri tersebut. Mereka mendatangkan langsung dari Inggris. Untuk setiap satu set pembelian, mereka mendapatkan stiker keaslian dari Reynolds untuk ditempel di sepeda setelah jadi.

Jho mengungkapkan, dua bahan dibedakan dengan berat dan teknologi yang digunakan. Seri 520 memiliki teknologi double-butted. Yakni, pipa memiliki ketebalan ekstra di kedua ujungnya yang mencapai 0,9 mm. Sedangkan tebal bagian tengah lebih tipis, 0,6 mm.

”Tekanan paling kuat saat sepeda digunakan adalah pada ujung sambungan-sambungannya. Jenis ini cocok untuk sepeda jarak jauh dan sepeda off-road,” papar lelaki 29 tahun tersebut.

Sementara itu, seri 500 lebih berat daripada 520. Sebab, pipa tersebut lebih tebal. Yakni, 1 mm dan single-butted alias ketebalan pipa sama. Namun, karena lebih tebal itulah, 500 lebih banyak dipakai sebagai bahan sepeda dengan aktivitas lebih berat. ”Saya merekomendasikan ini untuk frame sepeda full-suspension,” kata Jho.

Jho mengakui, bahan chromoly kini mulai dicari seiring meningkatnya jumlah pesepeda touring. Meski lebih banyak memproduksi sepeda-sepeda MTB, perusahaan tersebut tidak menolak mendapat pesanan sepeda touring. Apalagi, untuk ukuran sepeda custom, harga setiap frame tidak mahal.

”Calon pembeli biasanya mengirimkan data-data mereka seperti tinggi badan dan panjang tungkai. Dari situ kami tinggal memproyeksikan ke tabel kami untuk mendapatkan ukuran yang cocok. Rancangan akan kami kirim ke calon pembeli sebelum masuk produksi,” kata lelaki asli Tuban tersebut.

Jho mengungkapkan, pengerjaan satu frame tidak lama. Hanya dua hari. Namun, yang lebih lama adalah mengontrol kualitasnya. Terutama pada detail-detail frame seperti ulir dan kekuatan sambungan. ”Kami tidak ingin ada komplain. Kami juga cyclist, kami juga sebal kalau ada masalah dengan sepeda yang sudah dibeli,” kata Jho. (aga/c10/fat/zul)