Edisi Imlek, Nail Art Lampion dan Kipas di Kuku

NUANSA IMLEK: Anggersari Prastiwi Amadea memilih nail art dominasi merah (Angger Bondan/Jawa Pos)
NUANSA IMLEK: Anggersari Prastiwi Amadea memilih nail art dominasi merah (Angger Bondan/Jawa Pos)
NUANSA IMLEK: Anggersari Prastiwi Amadea memilih nail art dominasi merah (Angger Bondan/Jawa Pos)

POJOKSATU – Booming nail art membuat kuku kini menjelma menjadi bagian penting dalam fashion. Bermacam gambar dan aksesori bisa ditempelkan untuk mengekspresikan gaya, kreativitas, dan terkadang selera humor. Momen-momen istimewa juga bisa dijadikan inspirasi tema nail art.

Misalnya, Imlek yang jatuh pada 19 Februari. Menjelang datangnya tahun kambing kayu itu, Monica Raktion, 22, sengaja menghias kukunya dengan nuansa Imlek. Selama tiga jam perempuan alumnus Universitas Ciputra itu menjalani treatment di East Coast. Hasilnya bikin gemas. Kuku-kuku Monica bergambar lampion, kipas, dan bunga-bunga dengan dominasi warna merah yang menggambarkan kemeriahan Imlek. ’’Lucu banget ya. Sudah terasa suasana Imlek dari sekarang,’’ ujarnya.

Anggersari Prastiwi Amadea, 22, owner gerai nail art tempat Monica menghiasi kukunya, mengatakan, dirinya memang selalu mengeluarkan tema-tema nail art tertentu untuk menyambut sebuah perayaan. ’’Bukan hanya Imlek sih, kami memag selalu mengeluarkan tema. Misalnya, Natal dan tahun baru lalu,’’ ujar Anggersari.

Dia mengatakan bahwa banyak kliennya yang tertarik dengan nail art concept yang digagasnya itu. Adanya tema tersebut, lanjut Anggersari, membuang jauh kesan monoton pewarnaan kuku. ”Kan keren tuh, setiap ada momen apa, perempuan bisa mengatakannya lewat nail art,’’ tuturnya.


Anggersari mengakui, nail art sudah menjadi tren. Perempuan lulusan IMI University di Swiss itu menambahkan, untuk Imlek kali ini dirinya memilih hiasan yang lekat dengan Tiongkok. ’’Saya mengeksplorasi Imlek menjadi nail art yang manis,’’ katanya. (rid/c7/ayi/zul)