Pelabuhan Penghasil Perahu Cantik di Indonesia

PUSAT IKAN DAN PERAHU: Ratusan jukung bersandar di Kali Besini, Kecamatan Puger. Selain pusat ikan, Puger merupakan sentra perajin perahu. Harga satu jukung berkisar Rp 19 juta. (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)
PUSAT IKAN DAN PERAHU: Ratusan jukung bersandar di Kali Besini, Kecamatan Puger. Selain pusat ikan, Puger merupakan sentra perajin perahu. Harga satu jukung berkisar Rp 19 juta. (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)
PUSAT IKAN DAN PERAHU: Ratusan jukung bersandar di Kali Besini, Kecamatan Puger. Selain pusat ikan, Puger merupakan sentra perajin perahu. Harga satu jukung berkisar Rp 19 juta. (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)

POJOKSATU – Puger ternyata tidak hanya dikenal sebagai pelabuhan ikan terbesar di Jember. Wilayah itu juga dikenal sebagai penghasil perahu penangkap ikan. Terutama perahu jukung. Hasil produksinya dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.

’’Saya pernah mengirimkan perahu ke Makassar,’’ ungkap Samsuri, pembuat perahu ikan. Menurut dia, kualitas perahu produksi Puger dikenal karena menggunakan kayu jati usia tua. Untuk membuat perahu jenis jukung, Samsuri dan lima pekerja lainnya hanya membutuhkan waktu 15 hari. Kalau perahu ukuran besar, pembuatannya membutuhkan waktu tiga bulan.

Harga perahu bervariasi. Harga jenis jukung mulai Rp 19 juta. Sedangkan perahu tangkap ikan berukuran besar dihargai Rp 250 juta. ’’Seharga itu sudah bersih dan langsung bisa digunakan untuk melaut (menangkap ikan, Red),’’ jelas pria yang sudah puluhan tahun menekuni pembuatan perahu itu.

Yang menjadi kendala sekarang adalah bahan baku kayu jati. Mereka kesulitan mendapatkan kayu tersebut. Bahkan, Samsuri dan sejumlah pembuat perahu yang lain harus mendatangkan kayu jati dari Pasuruan. ’’Kalau kayunya dari sekitar Jember, bisa ditekan biaya operasionalnya,’’ katanya.  (rul/hdi/JPNN/c4/any/zul)