Hebat, Petani Organik Indonesia Ini Sukses di Amerika

petani organik indonesia
Syarief ketika sedang bertani dengan anaknya. dok: Radar Depok

POJOKSATU – Syarief Syaifullah (44), warga Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung Depok, Jawa Barat, telah lebih dari satu dekade mencari peruntungan di Philadelphia, Amerika Serikat. Namun, akhirnya Syarief memutuskan pulang kampung ke tanah air tercinta.

Bagi syarif, mengembara selama kurang lebih 15 tahun di negeri Paman Sam itu bukanlah waktu yang singkat. Ia begitu rindu dengan kehangatan Indonesia, terutama dengan keluarga tercintanya di Depok.

“Kebetulan saya baru dapat izin untuk pulang dari pemerintah sana (Amerika Serikat) tahun ini,” ujarnya pada Radar Depok (Grup pojoksatu.id).

Sebelum menjadi petani organik, ia bekerja disebuah pusat cuci pakaian atau laundry. Namun, di waktu senggang saat bekerja, Syarif kerap memanfaatkan waktu luangnya itu untuk bertani.


“Luas tanah rumah saya hanya 80 meter. Nah, di area pekarangan saya tanam beberapa jenis tanaman, Hobi saja awalnya,”. tutur pria yang hanya lulusan dari SMK swasta di Depok.

Akan tetapi, niatnya menekuni dunia pertanian tak semudah membalikkan telapak tangan. Tingkat kesulitan yang dihadapinya dalam dunia pertanian di negara adikuasa itu berbagai macam, beberapa faktornya yaitu tentang faktor musim yang berbeda dengan musim di Indonesia atau kurangnya tingkat kesuburan tanah. “Soalnya empat musim disini, beda dengan di Indonesia, juga tanahnya yang tidak cocok karena kurangnya kesuburan” ujarnya.

Kegagalan memang bukan akhir dari semua perjungan. Hal inilah yang memacu Syarief. Dengan kerja kerasnya, Syarif akhirnya berhasil menemukan konsep cara bertani organik di empat musim. Setahun menekuni metode yang dia kembangkan sendiri, lebih dari 40 jenis tanaman pertanian akhirnya berhasil tumbuh. Sayur-sayuran adalah jenis tanaman yang umumnya syarif kembangkan.

“Saya akui memang tak memiliki dasar ilmu pertanian, tapi bukan berarti tak bisa saya lakukan kan? Saya belajar otodidak. Modalnya cuma kemauan saja,” tutur Syarief.

Hasil panen yang Syarief dapatkan, ia bagikan dengan cuma-cuma pada warga Indonesia yang tinggal di Amerika dan warga Amerika yang ingin mencicipi hasil kebunnya.

Karena ketekunannya itu, Syarief mendapatkan apresiasi dari sejumlah perusahaan-perusahaan setempat. Tahun lalu, ia juga diberi mandat oleh perusaahan minyak Amerika, Ever Green Energy untuk mengolah lahan seluas 400 meter persegi, agar tanah yang kurang subur itu dapat ditumbuhi oleh sayur-sayuran organik.

Karena keahliannya itu, Syarief sekarang dikenal di Amerika sebagai “Bapak Tani”, ia juga mulai bolak-balik Indonesia-Amerika untuk memenuhi undangan sebagai narasumber dari metode bertani organik di tanah kurang subur dengan kondisi 4 musim. (radar depok/zul)