Bunda, Kenali Sindrom Ini Sebelum Terlambat

POJOKSATU – Sebagian besar sindrom nefrotik pada anak muncul lantaran penyebab yang tidak diketahui (idiopatik). Hanya sekitar 20 persen yang penyebabnya berkaitan dengan penyakit primer lain. Misalnya, lupus dan peradangan pada ginjal.

Dokter Risky Vitria Prasetyo SpA(K) yang juga berpraktik di RS Bunda menyatakan, seluruh pasien anak yang terkena serangan pertama sindrom nefrotik harus dirawat inap. Sebab, ada kebocoran para urine secara masif. Jadi, kadar protein dalam darah menjadi sangat rendah. Kondisi itu berbahaya. Sebab, anak bisa mengalami shock sewaktu-waktu. ’’Shock yang tidak tertangani bisa berlanjut ke kematian,’’ ujarnya.

Jika sering kambuh, kata dr Ninik A. Soemyarso SpA(K), ginjal anak bisa rusak karena kebocoran protein jangka panjang tersebut. Akibatnya, penderitanya akan langsung mengalami penyakit ginjal kronis (PGK), baik pada stadium awal atau bahkan stadium 5. Nah, pada stadium akhir itu, terapinya hanya mengganti ginjal berupa transplantasi ginjal untuk memperpanjang survival.

’’Karena penyebabnya idiopatik atau tidak diketahui, tidak ada cara pencegahan khusus,’’ tutur dokter Kiki, sapaan Risky Vitria Prasetyo. Dokter berusia 34 tahun tersebut mengungkapkan, pada anak yang mempunyai bakat alergi, lebih aman mengendalikan alergi dengan sebaik-baiknya. Hal itu dilakukan agar tidak memicu timbulnya kekambuhan serangan sindrom nefrotik.


Sindrom nefrotik memang sangat rawan kambuh. Pada anak yang mengidap alergi, ketika alerginya kambuh, sindrom nefrotik turut kambuh pula. Flu dan demam pun dapat merangsang kekambuhannya. ’’Ketika terserang virus atau infeksi, seketika itu pula sindrom ini akan kambuh lagi,’’ ungkapnya.

Lantaran sindrom tersebut mudah kambuh, dokter Ninik pun mengimbau para orang tua agar tidak pernah bosan mengobatkan anaknya. Sebab, sindrom nefrotik termasuk penyakit kronis. Kontrol dan minum obat yang teratur dan sesuai dengan anjuran dokter. Begitu kambuh, jangan langsung minum obat sendiri, tetap kontrol. Sebab, hanya dokter yang tahu dosis dan aturan pemakaiannya.

Sangat mencemaskan, orang tua sering tidak menyadari gejala sindrom tersebut. Sebab, salah satu gejalanya adalah bengkak. Biasanya, mereka mengira anak hanya menjadi gemuk. Jadi, pembengkakan sudah terjadi selama berminggu-minggu saat ke dokter. Kondisi tersebut akan mempersulit perbaikan kebocoran ginjal.

’’Sulit juga mengingatkan orang tua dan pasien bahwa penyakit ini dapat berulang kembali dan harus segera ditangani begitu terjadi serangan ulang,’’ jelas dokter Kiki.  (ndi/c11/c15/dos/zul)