Pantai Losari Makassar, Sunset Terindah Dunia

Pantai Losari. Dok:pojoksatu.id
Pantai Losari. Dok:pojoksatu.id
Pantai Losari. Dok:pojoksatu.id

POJOKSATU – Makassar, dahulunya dikenal dengan nama Ujung Pandang, merupakan ibu kota dari provinsi Sulawesi Selatan. Kota Makassar merupakan kota metropolitan kedua setelah kota Medan di luar pulau Jawa, untuk wilayah Indonesia bagian timur, Makassar adalah kota terbesar.

Jika membicarakan kota Makassar, maka tak terlepas dari perbincangan tentang ikon dari kota Daeng ini, yaitu pantai Losari. Pantai ini berjarak kurang lebih sekitar 1,5 km dari pusat kota Makassar, berlokasi di sebelah barat kota Makassar, merupakan salah satu tempat wisata di Makassar yang paling populer.

Pantai yang dikenal dunia karena keindahan sunsetnya, ternyata dahulu juga memiliki julukan lain, yaitu pantai dengan warung meja terpanjang di dunia. Dijuluki seperti itu karena di pantai ini dulunya terdapat warung-warung tenda yang mejanya menyambung satu dengan lainnya sepanjang kurang lebih 1 km, tempat warga Makassar atau wisatawan asing dan lokal menikmati pemandangan sunset yang indah sambil menikmati jajanan khas Makassar.

Warung meja di pantai Losari, menjadi pusatnya makanan laut dan ikan bakar, serta menjadi tempat jajanan khas kota metropolitan itu. Jajanan yang paling diminati oleh pengunjung adalah pisang eppe dan minuman khasnya yaitu minuman sarabba.


Pisang eppe dibuat dari satu buah pisang utuh yang dipipihkan atau dikeprek lalu dibakar, ditaburi parutan kelapa dan disirami gula merah cair, menambah rasa manis dan gurih pada pisang, dijual perporsi seharga Rp 7.000. Sedangkan, minuman sarabba adalah minuman yang dibuat dari sari jahe dicampur dengan santan, gula merah, dan susu. Harganya pergelas dijual Rp 10.000, rasa minuman ini tak jauh beda dengan rasa wedang jahe.

Pantai Losari juga dekat dengan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Paotere, jaraknya kurang lebih sekitar 3 km. Pelabuhan ini banyak menyimpan nilai sejarah dan memiliki pemandangan yang indah.

Didekat pantai dan pelabuhan ini juga terdapat pulau eksotis yang bernama Pulau Samalona. Lokasi Pulau Samalona Makassar tidak terlalu jauh dari Pantai Losari. Mencapai pulau tersebut bisa dengan menyewa perahu motor dari dermaga Pantai Losari atau dari dermaga Benteng Rotterdam dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.

Uniknya lagi dari pantai ini, tak bisa kita temui pasir seperti di pantai pada umumnya, pantai ini juga tak bisa untuk berenang karena airnya cukup dalam. Pinggiran pantai hanya dibuatkan tanggul beton untuk menahan ombak.

Disisi lain pantai, terdapat masjid terapung. Masjid yang diberi nama Masjid Amirul Mukminin ini dibangun diatas lautan pantai losari, dengan kapasitas jemaah sekitar 400 orang.

Tak jauh dari pantai, terdapat benteng peninggalan Belanda, yaitu Benteng Rotterdam. Terletak di Jalan Ujung Pandang, Makassar. Di dalam benteng Rotterdam terdapat Museum La Galigo, museum sejarah kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk dapat memasuki Museum La Galigo dikenakan biaya tiket sebesar Rp 3.000 untuk anak-anak, dan Rp 5.000 untuk orang dewasa.

Setelah puas menjelajah, pastinya tak lupa dengan oleh-oleh khas kota Makassar yaitu ikan asin dari berbagai jenis ikan, seperti ikan teri, ikan sunu, ikan kakap merah (pindang), dan sebagainya. Oleh-oleh ini dapat dibeli di toko-toko yang berjejer disepanjang jalan Pelra Paotere. Jika menginginkan souvenir, maka bisa berburu ke ruas-ruas jalan menuju TPI yang menyediakan toko-toko souvenir. (zul)