Wisata Sejarah Religi di Sam Poo Kong Semarang

Sam Poo Kong, Semarang. dok: pojoksatu.id
Sam Poo Kong, Semarang. dok: pojoksatu.id

POJOKSATU – Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah ini termasuk kota metropolis. Semarang sangat kaya akan warisan budaya leluhur bangsa. Kota ini menyimpan sejuta sejarah Indonesia, menjadi saksi bisu perjuangan pahlawan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

Kota yang memiliki julukan Kota Lumpia atau The Port of Java ternyata memiliki banyak tempat wisata yang sangat indah dan menarik. Dari mulai wisata alamnya hingga wisata sejarah ada di kota ini. Salah satu ikon bersejarah di Semarang yang menjadi tujuan utama para turis lokal maupun mancanegara berwisata adalah Sam Poo Kong.

Sam Poo Kong terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Bangunan dengan luas 1.020 meter persegi dan didominasi warna merah ini adalah saksi sejarah bekas persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam, yang berlayar melewati laut jawa bernama Zheng He atau lebih dikenal dengan nama Laksamana Cheng Ho.

Sam Poo Kong, Semarang. dok: pojoksatu.id
Sam Poo Kong, Semarang. dok: pojoksatu.id

Bangunan ini lebih dikenal dengan sebutan Gedung Batu karena bentuknya berupa sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Masyarakat sekitar sering menganggap bangunan itu seperti kelenteng, karena memang sekilas bangunan itu seperti peninggalan ajaran Kong Hu Chu.


Dibangun dengan arsitektur China yang berbentuk seperti kelenteng, Sam Poo kong saat ini malah beralih fungsi menjadi tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah orang-orang beragama Kong Hu Chu.

Di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien, untuk menunjang peribadatan bagi umat Kong Hu Chu. Walaupun Laksamana Ceng Ho adalah seorang pemeluk agama Islam, namun oleh kalangan bangsa Tiongkok dianggap sebagai Dewa. Hal ini dikarenakan, ajaran agama Kong Hu Chu menganggap orang yang telah wafat dapat memberikan manfaat atau pertolongan pada mereka yang masih hidup.

Tiket untuk memasuki bangunan ini seharga Rp 3.000, dan kita bisa menjelajah dengan puas ke sudut-sudut bangunan yang indah ini. Namun, untuk memasuki kelenteng ini, kita harus membayar lagi dan merogoh kocek sebesar Rp 20.000.

Di dalam kelenteng dihiasi lampion-lampion cantik yang digantung di langit-langit. Uniknya, jika kita memasuki klenteng, kita bisa meminta diramal menggunakan Hio (sejenis kertas kemenyan atau sebuah material yang mengeluarkan bau, yang bertuliskan isi ramalan) oleh biokong atau juru kunci klenteng.

Di sebelah timur kelenteng, dekat dengan patung besar Laksamana Cheng Ho, terdapat lilin raksasa berukuran kurang lebih 1,5 hingga 3 meter seharga Rp 14 juta. Di Sam Poo Kong juga tersedia paket foto dengan pakaian khas China dengan harga perpaket mulai Rp 75.000 hingga Rp 300.000. (zul)