Rahasia Pesona Raja Ampat di Mata Dunia

SISI LAIN: Salah satu sudut perbukitan karang di daerah Pianemo, Raja Ampat, Papua Barat, yang sering jadi jujukan wisatawan. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
SISI LAIN: Salah satu sudut perbukitan karang di daerah Pianemo, Raja Ampat, Papua Barat, yang sering jadi jujukan wisatawan. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
SISI LAIN: Salah satu sudut perbukitan karang di daerah Pianemo, Raja Ampat, Papua Barat, yang sering jadi jujukan wisatawan. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

POJOKSATU – Raja Ampat disebut-sebut sebagai surganya wisata alam. Keindahan pemandangan Raja Ampat tak diragukan lagi di mata dunia. Gugus kepulauan Raja Ampat terletak di Pulau Papua.

Sorong merupakan pintu utama bagi pelancong yang ingin memasuki Raja Ampat. Perjalanan menuju Raja Ampat dimulai dari pelabuhan di Kota Sorong. Berwisata ke Raja Ampat sebenarnya sudah cukup jika sampai di Waisai di Pulau Waigeo. Pulau Waigeo adalah satu di antara tiga pulau besar di kepulauan Raja Ampat. Dua pulau besar lain bernama Salawati dan Misool.

Raja Ampat dikenal dunia karena terumbu karangnya indah. Raja Ampat berada di salah satu segitiga terumbu karang dunia yang menghubungkan Papua Nugini dan Filipina.

Di Pulau Waigeo, sumber daya terumbu karang yang bagus sebenarnya sudah dimiliki. Dengan menyewa kapal kecil atau berkeliling pantai, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan terumbu karang. Wisatawan juga bisa snorkeling atau menyelam. Namun, banyak yang menyebut bahwa berwisata ke Raja Ampat tidak klop jika hanya ke Waisai. Spot-spot menarik lain juga wajib dikunjungi seperti Pulau Mansuar. Jarak tempuh ke Pulau Mansuar dari Waisai kurang lebih sekitar 1 jam.


Perkampungan terdekat berada di sisi lain dari Pulau Mansuar. Lokasinya terpisahkan hutan belantara dan gunung. Dengan begitu, untuk menjangkaunya, wisatawan harus memutari pulau dengan jarak tempuh yang berjam-jam.

Air laut di pulau tersebut sangat jernih. Bahkan, ketika berjalan di dermaga, wisatawan dapat melihat langsung aneka ikan, terumbu karang, dan bintang laut yang biru pekat.

Tidak jauh dari Pulau Mansuar, terdapat Manta Point. Manta Point adalah titik perairan yang sering dilalui manta, ikan sejenis pari dengan sirip yang berevolusi membentuk seperti sayap.

Pada pagi hari, manta berenang di kedalaman sekitar 5 meter, ikan itu mendekati permukaan laut untuk mencari makan. Wisatawan dapat mengamati dengan cukup jelas jika snorkeling. Beberapa mil dari Manta Point, ada pulau kecil yang bernama Arborek.

Keindahan bawah laut di Pulau Arborek tersebut juga sangat menakjubkan, dari dermaga wisatawan bisa melihat aneka ragam penghuni lautan yang lucu, diantaranya seperti ikan badut atau ikan giru yang sering menyembul dari terumbu karang.

Tetapi, wisatawan yang menyelam atau snorkeling di Pulau Arborek harus berhati-hati. Sebab, pada saat tertentu, di sekitar terumbu karang, banyak ubur-ubur yang bisa membuat tubuh gatal. Selain itu, wisatawan juga harus waspada terhadap ular laut yang kulitnya hitam-putih. Ular tersebut bisa menyengat sewaktu-waktu. (wan/c20/diq/ps/zul)