Ini Jajanan Khas Tanah Bambu yang Menggiurkan

GURIH: Amplang, kue kering berbahan baku ikan tenggiri. (JPNN)
GURIH: Amplang, kue kering berbahan baku ikan tenggiri. (JPNN)
GURIH: Amplang, kue kering berbahan baku ikan tenggiri. (JPNN)

POJOKSATU – Kabupaten Tanah Bumbu memiliki jajanan khas. Namanya amplang. Kue kering yang terbuat dari bahan baku ikan tenggiri itu diproduksi warga Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir.

Nurmala, 40, warga Jalan H M. Amin, RT 01, Desa Manurung, Kecamatan Kusan Hilir, merupakan salah satu yang memproduksi amplang. Sejak lima belas tahun lalu, dia mulai menggeluti usaha pembuatan amplang. Berawal dari membuat kacang telor bersama almarhumah ibunya, Nurmala memilih usaha pembuatan amplang. Alasannya, saat itu usaha kacang telor sepi.

Pada 1998, usaha barunya itu ditekuni bersama Hemi, 43, suami. Awalnya, amplang-amplang yang diproduksi bersama suaminya itu dipasarkan dengan menggunakan sepeda ke warung-warung seharga Rp 500 per bungkus. ’’Tahun itu kami cuma produksi 3 kilogram ikan tenggiri dalam sehari. Tetapi, kami tidak setiap hari membuatnya,’’ jelas Nurmala saat bincang-bincang dengan Radar Banjarmasin (Grup pojoksatu.id).

Saat ini dia bisa memproduksi 40 kilogram dalam sehari. Ikan sebanyak itu bisa menghasilkan 60 kilogram amplang (120 bungkus kecil). Amplang buatan Nurmala memang dikenal gurih sekaligus tanpa pengawet, pemanis, dan pewarna. Nurmala menyatakan lebih mementingkan rasa daripada keuntungan. ’’Biasanya, 1 kilogram ikan tenggiri saya campur dengan 1 kilogram tepung sehingga rasa ikannya lebih terasa,’’ ujarnya. (kry/JPNN/c15/diq)