Ini Cara Tingkatkan Rangsangan Motorik dan Kognitif Anak

ASAH TUMBUH KEMBANG: Clevy (kiri) dan Kheisya sedang asyik merangkai manik-manik, (Dimas Alif/Jawa Pos)

 

ASAH TUMBUH KEMBANG: Clevy (kiri) dan Kheisya sedang asyik merangkai manik-manik, (Dimas Alif/Jawa Pos)
ASAH TUMBUH KEMBANG: Clevy (kiri) dan Kheisya sedang asyik merangkai manik-manik, (Dimas Alif/Jawa Pos)

POJOKSATU – Merangkai manik-manik memang bukan hal baru. Tetapi, melihat warna-warni dan bentuk-bentuk yang lucu tetap saja membuat bocah-bocah itu lupa waktu. Sesaat Clevy memasukkan manik berbentuk bunga ke kawat halus calon gelangnya, kemudian melepasnya lagi. Gadis berkucir kuda itu terlihat memilah-milah warna dan bentuk yang lebih cocok digunakan.

”Kegiatan ini bagus untuk melatih otak. Selain untuk kreativitas, anak-anak belajar berhitung. Misalnya, manik-manik kecil dua, yang besar satu, kecil dua lagi, begitu,” ujar Bing Bing, pengajar beads me.

Khusus anak yang sudah berusia tiga tahun, lanjut dia, kegiatan itu bagus untuk mengasah motorik, khususnya kekuatan genggaman. Sebelum belajar memegang pensil, tangan anak harus dilatih agar kuat menekan. Misalnya, dengan memasukkan satu per satu biji manik-manik ke dalam kawat.


”Selain itu, baik untuk melatih konsentrasi dan ketelatenan. Setelah jadi, anak bisa memakai barang hasil karyanya sendiri dan itu kebanggaan,” tutur Bing Bing.

Hal tersebut juga diperkuat oleh penjelasan pakar tumbuh kembang anak dr Fajar Aribowo SpA. Dia menuturkan, kegiatan merangkai gelang atau kalung dari manik-manik juga bisa merangsang fungsi kognitif anak. Menurut dia, rangsangan kognitif bisa dilakukan dengan pemilihan warna. ”Anak-anak sangat tertarik dengan warna. Jika sering dilatih dengan warna, kemampuan otak anak akan semakin baik,” jelas dia.

”Memasukkan benang ke lubang jarum atau manik-manik ke kawat juga melatih motorik anak. Bagi anak yang kemampuannya sering dirangsang, pertumbuhannya lebih cepat daripada anak yang jarang dirangsang,” lanjut dr Fajar. (rim/bir/c7/dos)