Sajian Kuliner Khas Musim Penghujan

menu-musim-hujan(4)-dima

Musim penghujan telah datang. Hawa yang lebih dingin mulai datang. Musim yang datang pada Oktober hingga Maret tersebut menambah gairah untuk terus nyamil. Tak jarang, lantaran semakin dingin, hasrat untuk mengenyangkan perut menjadi tak tertahan.

Misalnya, Stephana Refriera, 25. Dia memilih sajian dengan porsi besar. Dia mengaku bukan orang yang suka makan. Tapi, suasana dingin Surabaya membuatnya ingin terus mengunyah.

Stephana memilih breakfast pizza dan unique salad di sebuah restoran di Ciputra World Surabaya. Stephana mengungkapkan, menu-menu itu masih aman dia makan. Bukan yang otomatis bikin gemuk. ’’Kalau ngerasa agak berisi, ya tinggal olahraga,’’ papar perempuan berambut panjang tersebut.


Menegaskan yang dikatakan Stephana, Sabrina Tamy, marketing Kirkos Resto and Bar, menyatakan bahwa sajian untuk musim dingin cenderung berporsi banyak atau besar. Karena itu, dia mengambil beberapa sajian khas luar untuk disesuaikan dengan lidah khas anak Surabaya. Contohnya, sweet bulgogi. Masakan khas Korea Selatan itu menggunakan daging yang diasap dalam porsi banyak. ’’Untuk bisa dinikmati di sini, kadar asamnya dikurangi,’’ papar Sabrina.

Tidak hanya dari Korea Selatan, rupanya, dia juga mengadopsi makanan dari Jepang. Misalnya, okonomiyaki dan gyu tan don. Menurut Sabrina, okonomiyaki cukup aman di Surabaya. Peminatnya banyak. Sebab, komponen utamanya telur dan mi. Tak jauh berbeda dengan makanan Indonesia. ’’Tidak ada adaptasi yang berlebihan. Gyu tan don pun demikian. Masakan itu cocok bila dipadu dengan sake,’’ ungkapnya.

Musim dingin juga identik dengan makanan tengah. Ini adalah variasi makanan yang banyak disantap bersama teman-teman maupun keluarga. Istilah itu sering disebut fusion. Sabrina mengungkapkan, bila yang dipilih adalah fusion, sajian yang keluar kerap berbentuk kecil tapi banyak. Misalnya, chicken karage, baby pork ribs, chicken crispy fillet salmon skin, dan spicy grilled tuna. ’’Masakan itu gampang dibagi. Ada yang potongan kecil-kecil, ada juga yang berukuran besar,’’ papar Sabrina.

Sebagian besar makanan yang diadaptasi berbahan daging. Tapi, Sabrina menyatakan, ada pula sajian untuk vegan. Yaitu, unique salad. Makanan itu merupakan perpaduan sayur dan buah ditambah saus mayones serta saus minyak zaitun.

Untuk masakan khas Indonesia, Sabrina menyarankan mi goreng pedas. Selain porsinya besar, sajian itu bisa dinikmati bersama. ’’Masyarakat Surabaya sedang menggandrungi makanan pedas. Jadi, akan semakin seru jika suasana dingin tapi bibir memble,’’ ungkap Sabrina. (cik/c5/dos)