Hati-Hati Kilau Batu Mulia

Batu Mulia

Cincin bermata batu mulia umumnya dikenakan pria. Belakangan, perempuan juga menyukai batu mulia jenis zamrud, blue sapphire, ruby, maupun blue topaz. Meskipun demikian, pencinta perhiasan harus punya jurus agar tidak tertipu saat akan membeli.

Nuri Fansyah, pemilik toko perhiasan bermata batu mulia di daerah Kayoon, Surabaya, menjelaskan, warna batu mulia asli tidak akan pudar. Perawatannya pun mudah. ’’Cuma dilap dengan kain basah, cukup,’’ jelasnya.

Jika tidak berpengalaman, menurut dia, lebih baik didampingi orang yang paham seluk-beluk batu mulia. ’’Cara paling mudah sih tempel di pipi. Kalau batu itu dingin, bisa dikatakan asli,’’ imbuhnya.


Head Store Indo Jewelry Tunjungan Plaza Eva Andrian membenarkan bahwa cincin bermata batu mulia sedang naik daun. Menentukan keaslian batu mulia tersebut, menurut Eva, bisa dengan cara melihatnya di bawah kaca pembesar. ’’Contohnya, zamrud ini. Yang asli kalau dilihat dengan kaca pembesar akan terlihat serat-seratnya. Kalau yang palsu, bening gitu aja tanpa serat,’’ jelasnya sambil menunjukkan zamrud asli dan palsu.

Christina Helen, penyuka cincin berhias batu mulia, memilih membeli cincin di toko perhiasan yang tepercaya. Cara tersebut menghindarkan perempuan yang jatuh cinta terhadap batu mulia sejak kuliah itu menjadi korban penipuan.

Mustofa Arif, kolektor batu mulia, memilih meminta pendampingan orang berpengalaman dalam memilih perhiasan. Dia tergolong hati-hati memilih batu mulia dengan harga puluhan juta rupiah ini.

Cara paling mudah, menurut Mustofa, sebagai konsumen harus mempunyai pengetahuan mengenai batu-batuan yang akan dibeli. Bila tidak yakin dengan kemampuan pribadi, pria asal Gresik ini baru meminta saran kepada ahlinya.(rid/c6/nda)