Lapis Talas Bogor Bermula dari Industri Rumahan Modal Rp 500 Ribu

Lapis Talas Bogor
Lapis Talas Bogor

POJOKSATU – Outlet utama Lapis Bogor berada di Kompleks Ruko Bantar Kemang, Jalan Raya Pajajaran Nomor 20E, Bogor. Pukul 15:00 WIB, ini adalah jam dikeluarkannya kue-kue Lapis Bogor yang baru matang. Jangan heran kalau sejak pukul 14:00 WIB, toko Lapis Bogor sudah dipenuhi pengunjung. Saking banyaknya, mereka harus mengambil nomor antrean. Satu orang hanya boleh membeli dua kotak. Murah kok, hanya Rp25 ribu per kotak ukuran loyang persegi panjang 30 cm.

“Saya sudah antre di sini dari pukul 14:00 WIB, Mas,” ujar seorang ibu dari Depok. Sang pemilik Lapis Bogor, Rizka mengatakan, baru memulai usahanya pada 2011 dari industri kue rumahan bermodalkan uang Rp500 ribu saja di Jalan Kebon Pedes, Bogor. “Lapis Bogor punya rasa original dengan bolu talas bertopping keju, cokelat, strawberi, capucino, tiramisu, blueberi. Ada juga Lapis Bogor green tea dan brownies talas original dan keju,” kata Rizka.

Yang membuat Lapis Bogor makin menarik untuk wisatawan adalah ke masannya yang berwarna kuning ungu, mencantumkan informasi aneka destinasi wisata di Bogor. Sambil makan kuenya, wisatawan bisa membaca keterangan soal tempat wisata di Bogor. Kotak kue sekaligus informasi wisata ini bukannya tanpa sebab. “Boks kita ada informasi pariwisatanya karena juga mendukung Visit Bogor. Jadi kita tidak hanya menjual produk, tapi juga promosi wisata di Bogor,” kata perempuan berjilbab ini.

Sempat ditolak sana-sini, Lapis Bogor kini menjadi kue yang paling diburu wisatawan. Sampai-sampai Lapis Bogor membuat aturan ketat: Satu orang membeli maksimal 2 boks! “Semua kasir saya pernah dimarahi pembeli sampai menangis, karena pembeli kehabisan kue,” saran Rizka.


Rizka tidak menampik, banyak wisatawan yang membandingkan Lapis Bogor dengan Brownies Amanda karena sama-sama fenomenal. Pembeli Lapis Bogor adalah wisatawan dari berbagai kota. Wisatawan asing yang tahu pun suka membeli Lapis Bogor.

“Pernah ada yang mengaku datang jauh-jauh dari Papua mau membeli Lapis Bogor, tapi sudah kehabisan. Mau bagaimana lagi,” kata Rizka.

Dalam sehari, Lapis Bogor menjual 3.400 boks bolu lembut ini. Wisatawan bisa membeli di outlet Pajajaran, outlet Cimanggu di Jalan Raya Sholeh Iskandar Nomor 100 dan Rumah Makan Raffles di Puncak. Pada 2015, rencananya akan dibuka outlet lagi di kawasan Air Mancur, Jalan Jend Sudirman, Bogor. Selain Lapis Bogor, toko mereka juga menjual aneka camilan lain seperti keripik atau cokelat. (de/ram)