Demi Alif, Lam, Mim, Prisia Nasution Rela Babak Belur

Prisia Nasution
Prisia Nasution
Demi Alif, Lam, Mim Prisia Nasution rela babak belur
Demi Alif, Lam, Mim Prisia Nasution rela babak belur

POJOKSATU – Prisia Nasution terlibat dalam film besutan sutradara Anggy Umbara berjudul 3 (Alif, Lam, Mim).  Ini merupakan film drama thriller dengan bumbu action laga.

Peraih Piala Citra sebagai Aktris Terbaik FFI 2011 dalam film Sang Penari tersebut terlibat dalam film besutan sutradara Anggy Umbara berjudul 3 (Alif, Lam, Mim).

”Ini bukan film pertama saya. Ini yang kedua, tetapi yang pertama belum tayang,” ujar Prisia Nasution di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (19/1).

Sebagai aktris berbakat, kesempatan tersebut merupakan sebuah mimpi yang bisa diwujudkan dalam sebuah karya. Sebagai seorang pekerja seni, hampir sebagian besar film yang dimainkan bergenre drama percintaan.


Lewat film tersebut, perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juni 1984 tersebut seakan bernostalgia kembali dengan hobinya.

”Kangen juga sih karena dulu jadi atlet silat. Ketemu sama guru-guru, dan nostalgia lagi,” ujar Peraih Piala Citra sebagai Aktris Terbaik FFI 2011 dalam film Sang Penari itu.

Karenanya, Pia, sapaannya sangat antusias terlibat dalam film tersebut. Dia tidak berpikir dua kali menerima tawaran tersebut. Walaupun pada akhirnya ia harus rela babak belur demi perannya itu.

”Aku juga setiap hari nggak lepas dari olahraga. Muay Thai Boxing juga itu tidak lepas dari bela diri. Kalau cidera itu kan sudah biasa, tapi kita sangat menghindari cidera,” paparnya.

Di film tersebut, artis yang memiliki nama lengkap Prisia Wulansari Nasution itu berlakon sebagai Laras. Ia beradu akting dengan Cornelio Sunny yang berlakon sebagai Alim. Konflik muncul saat ia dipertemukan kembali setelah lama tidak bertemu.

”Laras sebenarnya di depan orang umum dia perempuan biasa. Dulunya pacarnya Alif. Lama nggak ketemu, pas balik cerita bermula dari situ,” ceritanya.

Seakan menikamati perannya, Pia pun tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan para pemain. Hanya saja ia harus mematangkan kembali kemampuan bela diri. Sebab setelah terjun ke dunia acting, banyak jurus-jurus silat tidak lagi digunakanya.

”Kesulitannya gabung-gabung, kalau koreografi terus harus dimatengin karakternya, karena kan sudah jarang main silat,” paparnya. (jpnn/ash/ps)