Terapi Musik Dapat Satukan Keluarga yang Bermasalah

POJOKSATU – Untuk keluarga dengan masalah emosional, terapi musik dapat meningkatkan komunikasi orangtua-anak dan menurunkan tingkat stres. Ini sudah diuji oleh sebuah studi dari Denmark.

Dalam percobaan kecil, terapi musik memiliki efek positif pada kedua komunikasi verbal dan nonverbal antara anak-anak yang telantar secara emosional dan orang tua mereka. Orang tua yang berpartisipasi dalam terapi musik juga merasakan stres anak mereka berkurang akibat terapi ini.

“Untuk anak-anak yang mengalami pengabaian emosional, terapi musik dapat memberikan mereka kesempatan untuk didengar dan ditanggapi di tempat yang aman, menyenangkan dengan konteks non-mengancam,” kata terapis musik, Kate Williams, seperti dikutip dari laman Fox News, Senin (19/1).

Terapi musik umumnya melibatkan terapis, orang tua dan anak yang memainkan alat bersama-sama, mendengarkan dan membahas musik atau bermain game musik. “Terlibat dalam terapi musik dengan adanya terapis yang terlatih akan memberikan orang tua kesempatan untuk belajar keterampilan baru dalam menanggapi keluhan anak-anak mereka,” kata pemimpin studi, Stine Jacobsen.


Tim Jacobsen mengatakan hasil studi yang awal dan perlu diulang dengan kelompok yang lebih besar. Keluarga juga bisa mendapatkan beberapa manfaat tanpa menghadiri sesi terapi musik formal. Pengalaman musik bersama antara orang tua dan anak, seperti mendengarkan musik bersama, menari dan menyanyi sangat membantu perkembangan anak dan keterampilan orangtua juga.

Jacobsen merekomendasikan memulai ikatan musik ini lebih awal.

“Bernyanyi bersama-sama atau bernyanyi untuk bayi atau balita bisa menjadi kegiatan ikatan yang sangat intim dan datang secara alami untuk beberapa keluarga. Semakin dini anda mulai berinteraksi nonverbal dengan anak anda, maka semakin dini pula anda akan merasakan manfaatnya,” pungkas Jacobsen. (fny/jpnn)